Lakukan Demonstrasi, Sebelas Pangeran Saudi Ditahan

Minggu, 07 Januari 2018 - 00:13 WIB
Lakukan Demonstrasi,...
Lakukan Demonstrasi, Sebelas Pangeran Saudi Ditahan
A A A
RIYADH - Pihak berwenang Saudi telah menahan 11 pangeran setelah mereka berkumpul di sebuah istana kerajaan di Riyadh dalam sebuah demonstrasi langka. Para pangeran protes terkait langkah-langkah penghematan yang mencakup penundaan pembayaran tagihan listrik mereka.

Arab Saudi, eksportir minyak utama dunia, telah memperkenalkan reformasi yang mencakup pemotongan subsidi, memperkenalkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pemotongan fasilitas kepada anggota keluarga kerajaan. Hal itu dilakukan untuk mengatasi penurunan harga minyak mentah yang menyebabkan defisit anggaran yang diperkirakan mencapai 195 miliar riyal di tahun 2018.

Situs berita online sabq.org mengatakan para pangeran telah berkumpul di Qasr a-Hokm, sebuah istana kerajaan yang bersejarah, menuntut pembatalan sebuah keputusan kerajaan yang menghentikan pembayaran negara atas tagihan air dan listrik untuk anggota keluarga kerajaan.

"Mereka juga menuntut kompensasi atas hukuman mati yang dikeluarkan terhadap seorang kerabat," seperti dikutip Reuters dari Sabq.org, Minggu (7/1/2018).

"Mereka diberitahu tentang kesalahan tuntutan mereka, namun mereka menolak untuk meninggalkan Qasr al-Hokm," sambung Sabq.

"Perintah kerajaan dikeluarkan bagi para penjaga kerajaan untuk campur tangan dan mereka ditahan dan dimasukkan ke dalam penjara al-Hayer untuk mempersiapkan mereka dalam persidangan," sambung laporan itu mengutip sumber tak dikenal.

Laporan ini tidak memberikan rincian identitas para pangeran namun mengatakan bahwa pemimpin kelompok tersebut telah diidentifikasi dengan inisial S.A.S.

"Semua orang sama di depan hukum dan siapapun yang tidak menerapkan peraturan dan instruksi akan dimintai pertanggungjawaban, tidak peduli siapa dia," tambah situs itu.

Situs berbahasa Arab, Okaz, juga menurunkan laporan serupa. Meski begitu Reuters tidak bisa segera memverifikasi laporan tersebut. Pejabat Saudi tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari laporan itu.

Arab Saudi tahun lalu mengumpulkan puluhan anggota keluarga kerajaan, mantan pejabat senior dan saat ini dalam tindakan keras terhadap korupsi yang juga memperkuat kekuatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Mereka ditahan di Ritz Hotel bintang lima di ibukota Riyadh sementara pejabat pemerintah menegosiasikan permukiman keuangan.
(ian)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
19 menit yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
1 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
2 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
3 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
4 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
4 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved