Demonstran Anti Teheran Tewas, AS Ancam Tahan Pejabat Iran
Jum'at, 05 Januari 2018 - 07:18 WIB
Demonstran Anti Teheran Tewas, AS Ancam Tahan Pejabat Iran
A
A
A
WASHINGTON - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengancam akan menahan pejabat pemerintah Iran yang bertanggung jawab atas kematian pengunjuk rasa anti pemerintah. AS menyatakan pihak memiliki otoritas untuk melakukan hal tersebut.
Sedikitnya 21 orang telah terbunuh dan lebih dari 450 orang ditangkap sejak demonstrasi anti-pemerintah meletus di Iran pada 28 Desember lalu. Mereka memprotes kenaikan inflasi dan menganggap salah pengelolaan oleh pemerintah.
"Kami mengutuk hukuman yang paling mungkin untuk kematian sampai saat ini dan penangkapan setidaknya 1.000 orang Iran," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (5/1/2018).
"Kami memiliki banyak otoritas untuk meminta pertanggungjawaban kepada orang-orang yang melakukan kekerasan terhadap pemrotes, berkontribusi pada penyensoran, atau mencuri dari orang-orang Iran. Kepada korban rezim, kami mengatakan: Anda tidak akan dilupakan," katanya.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB juga telah mendengarkan seruan AS untuk mengadakan pertemuan darurat terkait aksi demonstrasi anti Teheran. AS meminta sidang tersebut untuk menunjukkan dukungan terhadap demonstrasi anti-pemerintah Iran.
Duta Besar AS Nikki Haley memuji para demonstran, dengan mengatakan bahwa PBB harus berbicara untuk mendukung mereka. Namun Rusia telah memperingatkan terhadap campur tangan eksternal dalam apa yang dilihatnya sebagai urusan dalam negeri Iran.
Baca juga:
AS Serukan Pertemuan Khusus DK PBB Mengenai Situasi Iran
Serukan Sesi Darurat PBB Soal Iran, Rusia Kecam AS
Sedikitnya 21 orang telah terbunuh dan lebih dari 450 orang ditangkap sejak demonstrasi anti-pemerintah meletus di Iran pada 28 Desember lalu. Mereka memprotes kenaikan inflasi dan menganggap salah pengelolaan oleh pemerintah.
"Kami mengutuk hukuman yang paling mungkin untuk kematian sampai saat ini dan penangkapan setidaknya 1.000 orang Iran," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (5/1/2018).
"Kami memiliki banyak otoritas untuk meminta pertanggungjawaban kepada orang-orang yang melakukan kekerasan terhadap pemrotes, berkontribusi pada penyensoran, atau mencuri dari orang-orang Iran. Kepada korban rezim, kami mengatakan: Anda tidak akan dilupakan," katanya.
Sebelumnya, Dewan Keamanan PBB juga telah mendengarkan seruan AS untuk mengadakan pertemuan darurat terkait aksi demonstrasi anti Teheran. AS meminta sidang tersebut untuk menunjukkan dukungan terhadap demonstrasi anti-pemerintah Iran.
Duta Besar AS Nikki Haley memuji para demonstran, dengan mengatakan bahwa PBB harus berbicara untuk mendukung mereka. Namun Rusia telah memperingatkan terhadap campur tangan eksternal dalam apa yang dilihatnya sebagai urusan dalam negeri Iran.
Baca juga:
AS Serukan Pertemuan Khusus DK PBB Mengenai Situasi Iran
Serukan Sesi Darurat PBB Soal Iran, Rusia Kecam AS
(ian)