KBRI Teheran: Demo di Iran Mengkhawatirkan, tapi Mulai Reda
Kamis, 04 Januari 2018 - 17:29 WIB
KBRI Teheran: Demo di Iran Mengkhawatirkan, tapi Mulai Reda
A
A
A
JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran mengonfirmasi bahwa gelombang demonstrasi anti-pemerintah di Iran memang mengkhawatirkan. Namun, situasi saat ini sudah mulai mereda.
Konfirmasi KBRI Teheran itu disampaikan oleh Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Ferdy Nico Yohannes Piay pada Kamis (4/1/2018).
Ferdy mengatakan pada awalnya demonstrasi di Iran berjalan damai. Namun, tiba-tiba berubah menjadi kerusuhan, Sejumlah media melaporkan korban jiwa dalam gelombang demonstrasi yang berjalan sepekan terakhir sudah 23 jiwa.
Demo yang pecah di berbagai wilayah di Iran tak hanya dari kubu anti-pemerintah. Kelompok yang pro-rezim Iran juga menggelar demo tandingan, terutama di kota suci Syiah, Qom.
”Situasi di Iran cukup mengkhawatirkan, namun sudah mulai mereda, dan tampaknya pemerintah Iran sudah mulai bisa mengendalikan,” kata Ferdy.
“Berdasarkan keterangan KBRI kita di Teheran, pihak Kemlu Iran sudah menjelaskan kepada perwakilan asing mengenai situasi yang ada,” ujar Ferdy.
”Menurut pihak Iran ada campur tangan asing (dalam demonstrasi ini). Namun ditegaskan bahwa situasi sudah mulai bisa dikendalikan,” imbuh Ferdy.
”Pihak KBRI sudah mengelurkan imbauan, jumlah (warga negara Indonesia di Iran) memang tidak terlalu banyak, tapi ada mahasiswa. Mereka tidak berada di kawasan demonstrasi. KBRI terus memantau komunitas Indonesia, tapi sejauh ini tidak ada laporan adanya WNI yang terlibat, atau adanya korban dari pihak Indonesia,” papar Ferdy.
Selain menewaskan 23 orang dan puluhan lainnya terluka, polisi Iran juga menangkap ratusan orang terkait demonstrasi tersebut.
Konfirmasi KBRI Teheran itu disampaikan oleh Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia Ferdy Nico Yohannes Piay pada Kamis (4/1/2018).
Ferdy mengatakan pada awalnya demonstrasi di Iran berjalan damai. Namun, tiba-tiba berubah menjadi kerusuhan, Sejumlah media melaporkan korban jiwa dalam gelombang demonstrasi yang berjalan sepekan terakhir sudah 23 jiwa.
Demo yang pecah di berbagai wilayah di Iran tak hanya dari kubu anti-pemerintah. Kelompok yang pro-rezim Iran juga menggelar demo tandingan, terutama di kota suci Syiah, Qom.
”Situasi di Iran cukup mengkhawatirkan, namun sudah mulai mereda, dan tampaknya pemerintah Iran sudah mulai bisa mengendalikan,” kata Ferdy.
“Berdasarkan keterangan KBRI kita di Teheran, pihak Kemlu Iran sudah menjelaskan kepada perwakilan asing mengenai situasi yang ada,” ujar Ferdy.
”Menurut pihak Iran ada campur tangan asing (dalam demonstrasi ini). Namun ditegaskan bahwa situasi sudah mulai bisa dikendalikan,” imbuh Ferdy.
”Pihak KBRI sudah mengelurkan imbauan, jumlah (warga negara Indonesia di Iran) memang tidak terlalu banyak, tapi ada mahasiswa. Mereka tidak berada di kawasan demonstrasi. KBRI terus memantau komunitas Indonesia, tapi sejauh ini tidak ada laporan adanya WNI yang terlibat, atau adanya korban dari pihak Indonesia,” papar Ferdy.
Selain menewaskan 23 orang dan puluhan lainnya terluka, polisi Iran juga menangkap ratusan orang terkait demonstrasi tersebut.
(mas)