Prancis Minta Iran Tahan Diri Terkait Aksi Demonstrasi
Rabu, 03 Januari 2018 - 21:07 WIB
Prancis Minta Iran Tahan Diri Terkait Aksi Demonstrasi
A
A
A
PARIS - Presiden Prancis, Emanuel Macron menyerukan kepada pemerintah Iran untuk menahan diri kala menghadapi para demonstran. Hal itu disampaikan Macron saat melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Presiden Iran Hassan Rouhani.
Menurut keterangan Istana Elysee, yang merupakan istana kepresidenan Prancis, dalam pembicaran itu Macron menyatakan keprihatinannya atas kerusuhan di Iran, dan menyerukan pemerintah Iran untuk menahan diri dari melakukan tindakan terlalu keras terhadap demonstran.
"Macron mengemukakan, banyaknya jumlah korban yang dalam demonstrasi itu dan kedua pemimpin tersebut juga memutuskan untuk menunda kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian ke Teheran minggu ini," kata Istana Elysee, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (3/1).
"Dalam pembicaraan itu Macron juga menekankan bahwa hak-hak fundamental termasuk kebebasan berekspresi dan kebebasan untuk berdemonstrasi harus dihormati," sambungnya.
Rouhani pada gilirannya meminta Macron untuk mengambil tindakan melawan kelompok oposisi Iran yang berbasis di Paris yang disebut Mujahidin-e-Khalq, yang dia tuduh sebagai pihak dibalik aksi demonstrasi baru-baru ini.
"Kami mengkritik fakta bahwa sebuah kelompok teroris memiliki basis di Prancis dan bertindak melawan rakyat Iran dan kami menunggu tindakan dari pemerintah Prancis terhadap kelompok teroris ini," kata Rouhani kepada Macron.
Menurut keterangan Istana Elysee, yang merupakan istana kepresidenan Prancis, dalam pembicaran itu Macron menyatakan keprihatinannya atas kerusuhan di Iran, dan menyerukan pemerintah Iran untuk menahan diri dari melakukan tindakan terlalu keras terhadap demonstran.
"Macron mengemukakan, banyaknya jumlah korban yang dalam demonstrasi itu dan kedua pemimpin tersebut juga memutuskan untuk menunda kunjungan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian ke Teheran minggu ini," kata Istana Elysee, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (3/1).
"Dalam pembicaraan itu Macron juga menekankan bahwa hak-hak fundamental termasuk kebebasan berekspresi dan kebebasan untuk berdemonstrasi harus dihormati," sambungnya.
Rouhani pada gilirannya meminta Macron untuk mengambil tindakan melawan kelompok oposisi Iran yang berbasis di Paris yang disebut Mujahidin-e-Khalq, yang dia tuduh sebagai pihak dibalik aksi demonstrasi baru-baru ini.
"Kami mengkritik fakta bahwa sebuah kelompok teroris memiliki basis di Prancis dan bertindak melawan rakyat Iran dan kami menunggu tindakan dari pemerintah Prancis terhadap kelompok teroris ini," kata Rouhani kepada Macron.
(esn)