Dokumen Ungkap Kemiripan Rudal Korut dengan Desain Senjata Rusia

Minggu, 31 Desember 2017 - 11:48 WIB
Dokumen Ungkap Kemiripan...
Dokumen Ungkap Kemiripan Rudal Korut dengan Desain Senjata Rusia
A A A
WASHINGTON - Sebuah dokumen baru-baru ini mengungkap misteri seputar rudal balistik antarbenua milik Korea Utara (Korut). Dokumen tersebut menunjukkan jika rudal milik Korut memiliki kemiripan dengan desain senjata Rusia.

Kemunculan dokumen itu memicu spekulasi jika rudal yang mengancam stabilitas global itu kemungkinan telah diperoleh dari penjualan senjata api Rusia.

Dikutip dari News.co.au, Minggu (31/12/2017), menurut dokumen yang diperoleh dan diverifikasi oleh The Washington Post itu menunjukkan gambar teknik ilmuwan Rusia yang dijual 25 tahun lalu menyusul jatuhnya Uni Soviet.

Rancangan tersebut tampaknya memiliki kesamaan dengan rudal yang digunakan oleh pemimpin Korut, Kim Jong-un sekarang. Terang saja hal ini mencuatkan pertanyaan apakah rudal tersebut didasarkan pada desain Rusia yang dibeli lebih dari dua dekade yang lalu.

Laporan Washington Post mengklaim kesepakatan untuk menjual "permata mahkota" gudang senjata Moskow dilakukan oleh sekelompok investor Amerika Serikat (AS) dan ilmuwan Rusia termasuk rencana untuk rudal yang diluncurkan oleh kapal selam yang disebut "Calm" dan "Ripple" untuk tujuan damai. Namun saat kesepakatan tersebut menghantam hambatan jalan yang legal dan birokratis karena pembatasan, Rusia mungkin saja beralih ke pembeli asal Korut.

Pakar ahli rudal dari Union of Concerned Scientific, David Wright, mengatakan kepada The Post: "Pertanyaan yang telah lama diajukan adalah: Apakah Korea Utara mendapatkan teknologi ini dari penjualan senjata api Rusia?"

"Apakah mereka mendapatkan rencana bertahun-tahun yang lalu dan sekarang pada titik di mana mereka bisa membangun senjata ini?"

Sumber teknologi nuklir Korut tetap diselimuti misteri karena kurangnya akses ke negara yang terkenal tertutup itu.

Rudal lama Korut diperkirakan didasarkan pada desain milik Soviet, namun dokumen terbaru mengungkapkan kesamaan dengan fitur yang telah muncul baru-baru ini. Keterlambatan dalam menggabungkan teknologi baru diperkirakan karena kurangnya material dan ahli di Korut.

Temuan dokumen ini terjadi saat Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pintu dialog dengan Korut tetap terbuka, namun rezim tersebut harus kembali ke meja perundingan.

Dalam sebuah opini untuk The New York Times, Tillerson membela upaya pemerintahan Trump di Korut yang telah meningkatkan ancaman perang nuklir, namun juga berhasil membatasi pasokan minyak melalui sanksi ekonomi.

Dia mengatakan China bisa dan harus berbuat lebih banyak dalam hal tekanan pada Pyongyang di tahun depan.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Lagi, Korea Utara Tembakkan...
Lagi, Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik
Korea Utara Pamerkan...
Korea Utara Pamerkan Rudal Balistik Antar Benua di Parade Militer
AS: Rusia Gunakan Rudal...
AS: Rusia Gunakan Rudal Balistik Korea Utara untuk Gempur Ukraina
Korut Diduga Bakal Uji...
Korut Diduga Bakal Uji Coba Rudal Balistik Berbasis Kapal Selam
Korea Utara Tembakkan...
Korea Utara Tembakkan 2 Rudal Balistik ke Laut Jepang
Berita Terkini
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
4 jam yang lalu
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
4 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
5 jam yang lalu
3 Penyebab Batalnya...
3 Penyebab Batalnya Penandatanganan Perjanjian Damai AS dan Iran
7 jam yang lalu
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved