Arab Saudi Bebaskan 23 Tahanan Kasus Korupsi

Rabu, 27 Desember 2017 - 07:36 WIB
Arab Saudi Bebaskan...
Arab Saudi Bebaskan 23 Tahanan Kasus Korupsi
A A A
RIYADH - Arab Saudi membebaskan 23 orang dari sedikitnya 200 tokoh penting yang ditahan sejak November dalam kasus korupsi. Pembebasan dilakukan setelah mereka mencapai kesepakatan dengan pemerintah.

Laporan tersebut itu dirilis surat kabar Okaz, kemarin. Laporan itu tidak menyebut nama-nama tokoh yang dibebaskan pada gelombang pertama ini. Sebelumnya, para anggota keluarga kerajaan, pebisnis dan pejabat pemerintah ditahan dalam pemberantasan korupsi oleh Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Para tersangka yang sangat penting dan berpengaruh itu ditahan di hotel mewah Ritz Calton, Riyadh, sejak awal November. Mereka diminta menyerahkan aset-aset dan uang tunai sebagai ganti atas kebebasan mereka.

“Lebih banyak tahanan akan dibebaskan dalam beberapa hari mendatang dan proses pengadilan akan segera dimulai untuk mereka yang terus menyangkal tuduhan terhadap mereka,” ungkap laporan Okaz, dikutip kantor berita Reuters.

Otoritas Saudi melihat kesepakatan dengan para tokoh itu bukan pemerasan tapi kewajiban untuk mengembalikan uang yang diambil secara ilegal dari kerajaan selama beberapa dekade. Video yang diunggap di media sosial menunjukkan mantan Chief Executive Officer (CEO) Saudi Telecom Saoud al-Daweesh sedang tersenyum sambil mengatakan bahwa dia telah diperlakukan dengan baik.

“Unit Pengadilan Kerajaan memberika nkami makanan penuh domba siang dan malam. Mereka memperlakukan kami dengan baik dan melakukan pekerjaan bagus,” papar Saoud.

Pejabat Saudi tidak merespon permintaan untuk memberi komentar tentang laporan terbaru itu.

Pertengahan bulan ini, Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menyatakan pemerintahannya bertekad memberantas korupsi dengan keadilan dan tegas. Pernyataan Raja Salman muncul saat kerajaan itu mendorong visi untuk meninggalkan ketergantungan dari minyak.

Saat berpidato di depan Dewan Shura yang ditayangkan televisi, Raja Salman menegaskan, Saudi akan bekerja untuk menjadikan sektor swasta sebagai mitra dalam pembangunan.

Aparat keamanan telah menangkap sejumlah tokoh politik dan elit bisnis, termasuk para pangeran dan pengusaha pada awal November lalu dalam pemberantasan korupsi. Beberapa pengamat melihat penangkapan itu juga dalam upaya membantu memperkuat pengaruh Putra Mahkota Saudi.

Saat pidato tentang isu ekonomi, Salman menjelaskan, kerajaan itu mendorong reformasi ekonomi dalam Visi 2030 untuk menemukan sumber pendapatan baru bagi Saudi. Meski demikian, dia menegaskan, korupsi menjadi ancaman utama untuk pembangunan ekonomi.

“Kami telah putuskan, dengan izin Tuhan, untuk memberantas korupsi dengan keadila ndan ketegasan sehingga negeri kita dapat menikmati kebangkitan dan pembangunan yang diinginkan seluruh rakyat,” ungkap Raja Salman, dikutip kantor berita Reuters.

"Jadi, perintah kami untuk membentuk komite tertinggi bagi isu korupsi publik yang dipimpin putra mahkota dan syukur pada Tuhan bahwa itu sedikit orang,” ujar Raja Salman.

Saat ini Arab Saudi mencanangkan reformasi ekonomi, sosial dan budaya di negara tersebut. Langkah reformasi itu dipimpin langsung oleh putra mahkota. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain mengembangkan berbagai proyek pembangunan di penjuru Saudi.

Kerajaan itu juga melakukan perubahan kebijakan secara radikal, seperti mulai mengizinkan wanita mengemudi mobil, dan bioskop boleh beroperasi di Saudi. Kedua kebijakan ini sempat ditentang oleh kelompok konservatif di Saudi. Meski demikian, pemerintah tetap melanjutkan kebijakan itu.(Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
19 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved