Paus Francis Doakan Israel-Palestina Dapat Segera Berdamai
Senin, 25 Desember 2017 - 21:18 WIB
Paus Francis Doakan Israel-Palestina Dapat Segera Berdamai
A
A
A
VATIKAN - Paus Franciskus dalam pesan Natalnya turut menyinggung mengenai konflik Israel-Palestina. Paus Francis menyatakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik itu adalah dengan solusi dua negara.
Francis berbicara tentang konflik Timur Tengah, dan masalah lainnya dalam pidatonya "Urbi et Orbi" (ke kota dan dunia), empat hari setelah lebih dari 120 negara mendukung sebuah resolusi PBB yang mendesak Amerika Serikat untuk membalik keputusannya di Yerusalem.
"Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi di antara para pihak, dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di dalam perbatasan yang disepakati dan diakui secara internasional," katanya, merujuk Israel dan Palestina
"Kami melihat Yesus di anak-anak Timur Tengah yang terus menderita karena meningkatnya ketegangan antara orang Israel dan Palestina," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/12).
Ini adalah kedua kalinya Paus berbicara secara terbuka tentang Yerusalem sejak keputusan Trump pada 6 Desember. Pada hari itu, Francis meminta "status quo" kota untuk dihormati, agar tidak terjadi ketegangan baru di Timur Tengah yang mengobarkan konflik dunia.
Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota negara mereka di masa depan, sedangkan Israel telah menyatakan seluruh kota adalah Ibu Kota mereka.
Paus Francis, pemimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia, mendesak orang-orang untuk melihat sosok bayi Yesus yang tak berdaya pada anak-anak yang paling menderita akibat perang, migrasi, dan bencana alam yang diakibatkan manusia hari ini.
"Hari ini, saat angin bertiup di dunia kita, Natal mengundang kita untuk fokus pada tanda anak itu, dan mengenalinya di hadapan anak-anak kecil, terutama bagi mereka, seperti Yesus, tidak ada tempat di penginapan," katanya.
Francis berbicara tentang konflik Timur Tengah, dan masalah lainnya dalam pidatonya "Urbi et Orbi" (ke kota dan dunia), empat hari setelah lebih dari 120 negara mendukung sebuah resolusi PBB yang mendesak Amerika Serikat untuk membalik keputusannya di Yerusalem.
"Mari kita berdoa agar kehendak untuk melanjutkan dialog dapat terjadi di antara para pihak, dan bahwa solusi yang dinegosiasikan akhirnya bisa tercapai, yang memungkinkan koeksistensi damai dua negara di dalam perbatasan yang disepakati dan diakui secara internasional," katanya, merujuk Israel dan Palestina
"Kami melihat Yesus di anak-anak Timur Tengah yang terus menderita karena meningkatnya ketegangan antara orang Israel dan Palestina," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (25/12).
Ini adalah kedua kalinya Paus berbicara secara terbuka tentang Yerusalem sejak keputusan Trump pada 6 Desember. Pada hari itu, Francis meminta "status quo" kota untuk dihormati, agar tidak terjadi ketegangan baru di Timur Tengah yang mengobarkan konflik dunia.
Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota negara mereka di masa depan, sedangkan Israel telah menyatakan seluruh kota adalah Ibu Kota mereka.
Paus Francis, pemimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia, mendesak orang-orang untuk melihat sosok bayi Yesus yang tak berdaya pada anak-anak yang paling menderita akibat perang, migrasi, dan bencana alam yang diakibatkan manusia hari ini.
"Hari ini, saat angin bertiup di dunia kita, Natal mengundang kita untuk fokus pada tanda anak itu, dan mengenalinya di hadapan anak-anak kecil, terutama bagi mereka, seperti Yesus, tidak ada tempat di penginapan," katanya.
(esn)