Misa Natal Paus: Maria dan Yusuf Senasib dengan Pengungsi

Senin, 25 Desember 2017 - 07:38 WIB
Misa Natal Paus: Maria...
Misa Natal Paus: Maria dan Yusuf Senasib dengan Pengungsi
A A A
ROMA - Pemimpin Vatikan Paus Fransiskus (Francis) membela para pengungsi di dunia pada misa Natal-nya. Dia menyamakan nasib pengungsi dengan Perawan Maria dan Yusuf (Joseph) yang pernah tidak menemukan tempat tinggal di Betlehem.

Paus mendesak dunia untuk tidak mengabaikan penderitaan orang-orang yang diusir dari tanah mereka karena para pemimpinnya merelakan penumpahan “darah orang tidak berdosa”.

Pemimpin 1,2 miliar umat Katolik Roma di dunia ini pada hari Minggu memimpin sebuah misa yang dihadiri sekitar 10.000 orang di Basilika Santo Petrus di Vatikan. Banyak lainnya mengikuti kebaktian dari alun-alun luar.

Penyamaan nasib Perawan Maria (Ibu Yesus) dan Yusuf dengan pengungsi itu disampaikan Paus dalam khotbahnya. Dia mengatakan bahwa Maria dan Yusuf kala itu tidak menemukan tempat tinggal di Betlehem. Iman, kata dia, menuntut agar orang asing disambut.

”Begitu banyak jejak lain yang tersembunyi dalam jejak Yusuf dan Maria," kata Paus asal Argentina ini seperti dikutip BBC. Dia mengaku bahwa dirinya adalah cucu seorang migran Italia.

”Kami melihat jejak seluruh keluarga yang dipaksa berangkat pada zaman kita sekarang. Kami melihat jejak jutaan orang yang tidak memilih untuk pergi, tapi diusir dari tanah mereka, meninggalkan yang terkasih,” ucap Paus.

“Banyak yang dilanda krisis migrasi yang sedang berlangsung terpaksa melarikan diri dari para pemimpinnya, yang memaksakan kekuatannya dan meningkatkan kekayaannya, (pemimpin itu) tidak ada masalah dalam menumpahkan darah orang yang tidak bersalah,” kata Paus berusia 81 tahun tersebut.

Mengenakan pakaian putih di gereja penuh bunga tersebut, Paus Francis menyerukan imajinasi sosial baru, di mana tidak ada yang merasa tidak ada tempat bagi mereka di bumi ini.

Paus Francis kerap membuat pembelaan terhadap migran selama bertakhta di Vatikan. Karena sikapnya itu, dia sering kali bertentangan dengan para politisi.

Lebih lanjut, Paus juga mengecam pelaku perdagangan manusia yang menghasilkan uang dari para pengungsi yang putus asa. Lebih dari 14.000 orang telah meninggal di Laut Mediterania ketika melakukan perjalanan berbahaya ke Eropa dalam empat tahun terakhir.

Pada Hari Natal, Senin (25/12/2017), Paus Francis akan menyampaikan pesan Natal pada siang hari dari balkon tengah basilika Vatikan.
(mas)
Berita Terkait
Menengok Laboratorium...
Menengok Laboratorium Restorasi Lukisan di Museum Vatikan
Kardinal Kunci Vatikan...
Kardinal Kunci Vatikan Mendadak Resign di Tengah Skandal Keuangan
5 Fakta Paus Fransiskus,...
5 Fakta Paus Fransiskus, Pertama dari Luar Eropa sejak 1.200 Tahun
Antar Kepergian Paus...
Antar Kepergian Paus Fransiskus menuju Soetta, Warga Histeris saat Dapat Pemberkatan
Kardinal Vatikan Diadili...
Kardinal Vatikan Diadili dalam Kasus Penipuan
Vatikan Tegaskan Menentang...
Vatikan Tegaskan Menentang Operasi Ganti Kelamin
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
2 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
3 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
4 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
5 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved