Kirim Senjata ke Ukraina, Rusia: AS Lewati Batas
Minggu, 24 Desember 2017 - 11:22 WIB
Kirim Senjata ke Ukraina, Rusia: AS Lewati Batas
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menyatakan Amerika Serikat (AS) sudah melewati "garis merah" dengan mengirimkan senjata mematikan ke Ukraina. Ini merupakan respon lebih lanjut atas rencana AS mengirimkan sejumlah senjata, termasuk di dalamnya rudal anti tank ke Ukraina.
"AS telah melewati batas dalam arti dengan mengumumkan sebuah keputusan untuk memasok senjata mematikan ke Ukraina. Senjata AS dapat menyebabkan korban baru di negara tetangga kami. Oleh karena itu, kami tidak dapat tetap acuh tak acuh atas keputusan ini," ucap Ryabkov, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (24/12).
Ryabkov kemudian mencatat bahwa Washington bertindak bukan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik Ukraina, namun sebagai pembantu dalam memicu perang. Dia menekankan bahwa Washington mendorong Kiev menuju "pertumpahan darah" baru.
Sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri lainnya, Grigory Karasin, di mana dia menyatakan keputusan AS untuk memasok senjata ke Ukraina berbahaya karena akan mendorong Kiev menggunakan kekuatan di bagian timur negara itu.
"Pasokan senjata sekarang mendorong mereka yang mendukung konflik di Ukraina untuk menggunakan skenario kekuatan," kata Karasin.
Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump mengumkan akan adanya gelombang baru senjata yang akan dikirimkan ke Ukraina. Kementerian Luar Negeri AS menuturkan itu adalah bantuan untuk meningkatkan kemampuan pertahan saat Kiev memerangi separatis yang didukung Rusia di bagian timur negara tersebut.
"AS telah melewati batas dalam arti dengan mengumumkan sebuah keputusan untuk memasok senjata mematikan ke Ukraina. Senjata AS dapat menyebabkan korban baru di negara tetangga kami. Oleh karena itu, kami tidak dapat tetap acuh tak acuh atas keputusan ini," ucap Ryabkov, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (24/12).
Ryabkov kemudian mencatat bahwa Washington bertindak bukan sebagai mediator dalam penyelesaian konflik Ukraina, namun sebagai pembantu dalam memicu perang. Dia menekankan bahwa Washington mendorong Kiev menuju "pertumpahan darah" baru.
Sebelumnya, hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri lainnya, Grigory Karasin, di mana dia menyatakan keputusan AS untuk memasok senjata ke Ukraina berbahaya karena akan mendorong Kiev menggunakan kekuatan di bagian timur negara itu.
"Pasokan senjata sekarang mendorong mereka yang mendukung konflik di Ukraina untuk menggunakan skenario kekuatan," kata Karasin.
Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump mengumkan akan adanya gelombang baru senjata yang akan dikirimkan ke Ukraina. Kementerian Luar Negeri AS menuturkan itu adalah bantuan untuk meningkatkan kemampuan pertahan saat Kiev memerangi separatis yang didukung Rusia di bagian timur negara tersebut.
(esn)