Pemimpin Separatis Catalan Menangi Pemilu Daerah

Jum'at, 22 Desember 2017 - 06:46 WIB
Pemimpin Separatis Catalan...
Pemimpin Separatis Catalan Menangi Pemilu Daerah
A A A
BARCELONA - Pemimpin separatis Catalonia, Carles Puigdemont, hampir pasti mendapatkan kembali kepemimpinan daerah lewat pemilu daerah. Ini merupakan pukulan telak bagi Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy yang memecatnya dua bulan lalu, menghidupkan kembali krisis politik terburuk Spanyol dalam beberapa dasawarsa.

Dengan 96 persen suara dihitung dalam pemungutan suara untuk memilih parlemen daerah Catalonia, partai separatis terlihat memenangkan 70 kursi dari 135, dengan partai Puigdemont Junts Per Catalunya (Bersama untuk Catalonia) mempertahankan posisinya sebagai kekuatan separatis terbesar.

Mayoritas mutlak pro-kemerdekaan akan membuka babak baru yang tidak pasti dan meragukan kemampuan Rajoy untuk menarik batas di bawah krisis yang telah merusak ekonomi Spanyol dan mendorong eksodus bisnis menjauh dari Catalonia.

Pemilu tersebut telah menjadi referendum de facto mengenai bagaimana dukungan bagi gerakan separatis sejak Rajoy memecat pemerintah Puigdemont. Puigdemont dipecat karena mengadakan referendum yang dilarang pada tanggal 1 Oktober lalu untuk berpisah dengan Spanyol dan secara sepihak mendeklarasikan kemerdekaan.

Puigdemont telah berkampanye dari pengasingan yang dilakukan sendiri di Brussels sejak saat itu, sementara pihak berwenang Spanyol telah berusaha untuk menangkapnya atas tuduhan pemberontakan.

Kemenangan dalam pemilihan akan menandai penebusannya setelah gerakan separatis kehilangan momentum selama beberapa bulan sejak referendum tersebut. Jika dia kembali menjadi presiden daerah, tidak jelas apakah dia menghadapi penangkapan jika dia kembali.

"Seperti yang Anda lihat, kami adalah anak-anak yang cerdas," kata juru bicara Puigdemont, Joan Maria Pique dalam sebuah pesan teks seperti dinukil dari Reuters, Jumat (22/12/2017).

Rajoy berharap pemilihan tersebut akan mengembalikan Catalonia ke apa yang dia sebut "normalitas", di bawah pemerintahan serikat buruh atau dengan pemerintah separatis yang tidak akan mencari perpecahan sepihak.

Ia mengatakan bahwa ia akan membatalkan peraturan langsung yang dikenakannya pada Catalonia berapa pun hasilnya. Kendati begitu, ia dapat memaksakannya kembali jika pemerintah baru kembali mengejar kemerdekaan secara tidak sah.

Pada demonstrasi pro-kemerdekaan di sekitar Barcelona,
(ian)
Berita Terkait
Mengerikan! Arkeolog...
Mengerikan! Arkeolog Temukan Jejak Kematian Hitam di Catalonia Spanyol
6 Juta Orang Tanpa Akses...
6 Juta Orang Tanpa Akses Air Bersih karena Kekeringan di Catalonia, Spanyol
Wabah Covid-19 Merebak,...
Wabah Covid-19 Merebak, Warga Prancis Diminta Tidak Sambangi Catalonia
5 Fakta 2 Partai Separatis...
5 Fakta 2 Partai Separatis Catalonia yang Mengguncang Politik Spanyol
Guardiola Serukan Publik...
Guardiola Serukan Publik Catalonia Penuhi Stadion untuk Laga Amal Palestina
Hajar Prancis, Begini...
Hajar Prancis, Begini Potret Kemenangan Spanyol menuju Final Euro 2024
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
4 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
5 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
6 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
7 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
8 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
9 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved