Erdogan Berharap AS Batalkan Pengakuan Terhadap Yerusalem

Jum'at, 22 Desember 2017 - 06:09 WIB
Erdogan Berharap AS...
Erdogan Berharap AS Batalkan Pengakuan Terhadap Yerusalem
A A A
ANKARA - Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan menyambut baik penolakan Majelis Umum PBB terhadap pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Ia pun berharap Presiden AS Donald Trump segera membatalkan keputusannya yang kontroversial tersebut.

"Kami menyambut dengan senang hati dukungan Majelis Umum PBB yang luar biasa untuk sebuah resolusi bersejarah mengenai Al-Quds Al-Sharif," cuit Erdogan di akun Twitter-nya.

"Kami mengharapkan pemerintahan Trump untuk membatalkannya tanpa menunda keputusan yang tidak menguntungkan, yang secara ilegal telah ditetapkan secara jelas oleh Majelis Umum PBB," tulis Erdogan lagi seperti dikutip dari Anadolu, Jumat (22/12/2017).

Erdogan menambahkan: "Atas nama saya dan orang-orang Turki, saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung perjuangan Palestina dan Al-Quds Al-Sharif."

Sementara itu dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa resolusi PBB menciptakan sebuah peluang baru untuk upaya perdamaian di wilayah tersebut.

"(Resolusi PBB di Yerusalem) sekali lagi telah mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa mereka yang benar berkuasa (kenyataannya) bukan mereka yang berkuasa," kata Yildirim.

Yildirim mengatakan Turki akan terus berpihak pada saudara Palestina, kemanusiaan, Yerusalem, keadilan dan orang-orang yang tertindas.

PBB pada hari Kamis atau Jumat dini hari mengadopsi resolusi atas Yerusalem, meminta AS untuk menarik pengakuannya terhadap kota tersebut sebagai Ibu Kota Israel. Sidang darurat itu dibayangi ancaman dari Presiden AS Donald Trump untuk memotong bantuan ke negara-negara yang menentang kebijakannya tersebut.

Sebanyak 128 negara anggota PBB memilih resolusi tersebut, sembilan negara menolak dan 35 lainnya abstain.

Hukum internasional memandang Tepi Barat - termasuk Yerusalem Timur - sebagai wilayah yang diduduki dan menganggap semua bangunan permukiman Yahudi di atas tanah itu ilegal.

Yerusalem tetap menjadi jantung konflik Timur Tengah, dengan orang-orang Palestina berharap bahwa Yerusalem Timur pada akhirnya dapat berfungsi sebagai Ibu Kota negara merdeka.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Sidang PBB Bahas Konflik...
Sidang PBB Bahas Konflik Palestina
Pakar HAM PBB Kecam...
Pakar HAM PBB Kecam Rencana Aneksasi Israel dan Dukungan AS
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
AS Edarkan Rancangan...
AS Edarkan Rancangan Resolusi PBB Hak Israel Membela Diri
Gunakan Hak Veto, AS...
Gunakan Hak Veto, AS Gagalkan Palestina Jadi Anggota PBB
Berita Terkini
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
17 menit yang lalu
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
37 menit yang lalu
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
1 jam yang lalu
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
3 jam yang lalu
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
4 jam yang lalu
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved