Abbas Sebut Hasil Sidang Darurat PBB Kemenangan Bagi Palestina

Jum'at, 22 Desember 2017 - 03:23 WIB
Abbas Sebut Hasil Sidang...
Abbas Sebut Hasil Sidang Darurat PBB Kemenangan Bagi Palestina
A A A
YERUSALEM - Pemimpin Palestina, Mahmoud Abbas, memuji hasil pemungutan suara Majelis Umum PBB yang menolak pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Abbas menyebutnya sebagai kemenangan bagi Palestina.

"Pemungutan suara merupakan kemenangan bagi Palestina," kata Nabil Abu Rdainah, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

"Kami akan melanjutkan usaha kami di Perserikatan Bangsa-Bangsa dan di semua forum internasional untuk mengakhiri pendudukan ini dan untuk membangun negara Palestina kita dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya," sambungnya seperti dikutip dari Independent, Jumat (22/12/2017).

Keputusan Donald Trump untuk mengumumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota membuat senang pejabat terpilih Israel tapi membuat marah warga Palestina. Banyak di antaranya percaya bahwa kesepakatan perdamaian Timur Tengah harus mencakup klaim mereka atas kedaulatan sebagian Yerusalem.

Yerusalem berisi situs suci bagi Yudaisme dan Islam, dan statusnya telah berada dalam masa sengketa selama beberapa dekade sejak Israel menguasai kota tersebut saat Perang Enam Hari.

Setelah Trump secara resmi mengumumkan perubahan tersebut, seorang mantan perunding Palestina mengatakan bahwa Presiden AS itu telah menghancurkan kemungkinan solusi dua negara.

"Saya pikir Presiden Trump malam ini mendiskualifikasi Amerika Serikat untuk memainkan peran apapun dalam proses perdamaian apapun," ucap Saeb Erekat kepada wartawan saat itu.

Sebagian besar dunia memiliki reaksi yang sama, mengutuk langkah yang menurut para kritikus akan menghambat proses perdamaian Timur Tengah dan melemahkan peran Amerika sebagai mediator yang netral.

Pemberontakan luas tersebut diterjemahkan ke dalam tindakan formal PBB, dimana banyak negara memilih untuk menyatakan keputusan Amerika "tidak sah dan tidak berlaku".

Pemerintahan Trump telah mengesampingkan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan Presiden AS mengancam untuk menahan bantuan terhadap negara-negara yang mendukung resolusi tersebut. Duta Besar Nikki Haley mengatakan bahwa AS tidak dihormati dan akan mengingatnya.
(ian)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Sidang PBB Bahas Konflik...
Sidang PBB Bahas Konflik Palestina
Pakar HAM PBB Kecam...
Pakar HAM PBB Kecam Rencana Aneksasi Israel dan Dukungan AS
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
AS Edarkan Rancangan...
AS Edarkan Rancangan Resolusi PBB Hak Israel Membela Diri
Gunakan Hak Veto, AS...
Gunakan Hak Veto, AS Gagalkan Palestina Jadi Anggota PBB
Berita Terkini
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
26 menit yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
1 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
5 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
6 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
7 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
8 jam yang lalu
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved