Korsel Lepas Tembakan Peringatan ke Nelayan China

Kamis, 21 Desember 2017 - 08:06 WIB
Korsel Lepas Tembakan...
Korsel Lepas Tembakan Peringatan ke Nelayan China
A A A
SEOUL - Penjaga pantai Korea Selatan (Korsel) melepas 249 tembakan peringatan pada sekelompok perahu nelayan China di Perairan Korsel.

Tembakan peringatan dilepaskan saat perahu-perahu nelayan China itu berkerumun di sekitar satu kapal patroli Korsel. Konflik tersebut dapat memperumit hubungan Korsel dan China saat Seoul berupaya meminta Beijing menekan Korea Utara (Korut) agar menghentikan program rudal dan nuklirnya.

“Sebanyak 44 perahu nelayan China itu dilengkapi dengan batang besi dan jala baja untuk menuju kapal patroli Korsel yang mengeluarkan peringatan agar mereka bubar pada Selasa (19/12),” ungkap pernyataan penjaga pantai Korsel dikutip kantor berita Reuters .

Kapal penjaga pantai itu melepas 249 tembakan ke perahu- perahu nelayan itu hingga mereka mundur. “Perahuperahu nelayan China itu hendak berkerumun di sekitar dan menabrak kapal patroli kami, mengabaikan peringatan kami,” papar pernyataan penjaga pantai Korsel.

China sebelumnya pernah mengajukan protes diplomatik terhadap Korsel yang dianggap menggunakan kekuatan dengan mengerahkan penjaga pantai. “Kami harap Korsel dengan tepat menangani isu itu dan penegakan hukum dilakukan tanpa aksi ekstrem yang membahayakan keselamatan orang,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Hua Chunying di Beijing.

Kemlu Korsel menyatakan, penjaga pantai mereka mengikuti hukum domestik dalam penggunaan senjata secara sah terhadap perahu-perahu yang melakukan pelanggaran massal di Perairan Korsel dengan melakukan penangkapan ikan ilegal.

September tahun lalu, tiga nelayan China tewas ditembak di perahu mereka saat satu kru penjaga pantai Korsel mencoba menangkap mereka dengan melemparkan granat kilat ke ruang persembunyian para nelayan itu. Sebulan kemudian, dua perahu nelayan China yang menangkap ikan secara ilegal di Perairan Korsel menabrak dan mengaramkan satu kapal penjaga pantai Korsel.

Sementara itu, Presiden Korsel Moon Jae-in ingin menciptakan hubungan yang kondusif dengan China dan Korut sebelum Olimpiade Musim Dingin di Korsel pada Februari lalu. Dia pun bersiap menunda latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat (AS). Pyongyang menganggap latihan itu sebagai persiapan perang melawan Korut. (Muh Shamil)
(nfl)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
34 menit yang lalu
Iran Balas Bombardir...
Iran Balas Bombardir 18 Target Militer AS, Termasuk Sistem Rudal Patriot
59 menit yang lalu
Sistem Rudal Iran Tembaki...
Sistem Rudal Iran Tembaki Jet Tempur F-16 AS
1 jam yang lalu
AS Menyerang Lagi, Iran...
AS Menyerang Lagi, Iran Tutup Total Selat Hormuz
2 jam yang lalu
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
2 jam yang lalu
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved