Miliarder Palestina Sabih al-Masri Kembali ke Yordania

Rabu, 20 Desember 2017 - 09:42 WIB
Miliarder Palestina...
Miliarder Palestina Sabih al-Masri Kembali ke Yordania
A A A
AMMAN - Miliarder Palestina Sabih al-Masri kembali ke Amman, kemarin, setelah dibebaskan di Arab Saudi saat dia sepakat membayar uang jaminan.

Sabih ditahan untuk diinterogasi otoritas Arab Saudi pada pekan lalu karena dituduh terkait mitra bisnis Saudi yang ditahan dalam kasus korupsi bulan lalu. Saudi telah menangkap sejumlah menteri, pejabat, dan anggota kerajaan dalam upaya pemberantasan korupsi di negara itu.

Sabih merupakan pengusaha paling berpengaruh di Yordania dan Chairman Arab Bank. Dia ditahan beberapa saat sebelum meninggalkan Arab Saudi setelah memimpin rapat di perusahaan Arab Saudi miliknya.

“Dia di rumahnya sekarang di Amman,” kata sumber keluarga Sabih pada kantor berita Reuters, kemarin.

Sabih menjelaskan saat masih di rumahnya di Riyadh pada akhir pekan lalu bahwa otoritas Arab Saudi telah memperlakukannya dengan hormat. Pejabat Arab Saudi tidak berkomentar tentang penahanannya.

Otoritas Yordania secara privat menjelaskan, Raja Abdullah mengintervensi untuk pembebasan Sabih.

Sumber keluarga Sabih menjelaskan, dia dibebaskan setelah sepakat membayar uang jaminan dalam jumlah tertentu. Tidak dijelaskan berapa banyak dana yang dibayarkan sebagai jaminan.

“Tidak mungkin Sabih dibebaskan tanpa menyepakati sesuatu. Saudi menjelaskan pada semua orang siapa yang menghasilkan uang dalam jumlah besar, mereka harus membayarkan kembali sebagian kekayaan itu,” papar sumber keluarga Sabih.

Sumber lain menyatakan, Riyadh menyatakan uang jaminan itu bukan pemerasan, tapi kewajiban membayar kembali uang yang secara ilegal diambil dari negara itu selama beberapa dekade.

Otoritas Arab Saudi telah berhasil mencapai kesepakatan keuangan dengan puluhan anggota keluarga kerajaan, pejabat senior, dan pebisnis kaya dalam proses pemberantasan korupsi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammad bin Salman.

Sebanyak 200 orang telah diperiksa dalam kasus korupsi. Otoritas Arab Saudi memperkirakan mereka dapat memperoleh sekitar USD100 miliar dana yang diambil secara ilegal.

Saudi juga telah bekerja dalam membuat kesepakatan dengan para tersangka yang ditahan di hotel mewah Ritz Carlton di Riyadh. Otoritas meminta mereka menyerahkan aset-aset dan uang tunai dengan imbalan kebebasan mereka. (Syarifudin)
(nfl)
Berita Terkait
Timnas Palestina Tiba...
Timnas Palestina Tiba di Indonesia, Yel-Yel Ahlan Wa Sahlan Menggema
Palestina Desak Belanda...
Palestina Desak Belanda Mengakui Negara Palestina
Aksi Bela Palestina,...
Aksi Bela Palestina, Ratusan Nelayan Mabak Gelar Aksi di Lautan Merak
Ikut Aksi Bela Palestina,...
Ikut Aksi Bela Palestina, Hidayat Nur Wahid Minta Prabowo Tegas Bela Kemerdekaan Palestina
Ribuan Warga Kembali...
Ribuan Warga Kembali ke Rumah Mereka meski Kota Gaza telah Hancur
Brigade Jenin Tolak...
Brigade Jenin Tolak Serahkan Senjata, Rakyat Palestina Ingin Akhiri Perang Saudara
Berita Terkini
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
33 menit yang lalu
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
1 jam yang lalu
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
2 jam yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
4 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
8 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved