Pelaku Bom New York Tak Terkait Militan Bangladesh

Kamis, 14 Desember 2017 - 17:12 WIB
Pelaku Bom New York...
Pelaku Bom New York Tak Terkait Militan Bangladesh
A A A
DHAKA - Bangladesh tidak menemukan bukti kaitan pria Bangladesh yang didakwa melakukan upaya bom bunuh diri di New York dengan para militan di Bangladesh. Kejaksaan Amerika Serikat (AS) telah mengajukan dakwaan federal terhadap Akayed Ullah,27, bahwa dia mendukung organisasi teroris asing.

Ullah merupakan warga Bangladesh dan menyebut dirinya pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ullah meledakkan bom pipa di koridor bawah tanah untuk pejalan kaki antara Times Square dan Terminal Bus Port Authority, New York, saat jam sibuk pada Senin (11/12/2017) pagi. Aksi itu melukai dirinya sendiri dan tiga orang lainnya.

"Kami telah mengumpulkan bukti dan informasi dari anggota keluarganya; istrinya, ayah mertuanya, dan ibu mertuanya," ungkap Kepala Unit Kontraterorisme Kepolisian Bangladesh Monirul Islam. Dia menambahkan, "Di Bangladesh, kami tidak menemukan koneksi apa pun atau tidak bisa mengidentifikasi kaitan dia atau keterlibatan dia dengan kelompok teroris manapun."

Pejabat penegak hukum AS yang mengetahui proses investigasi itu menyatakan, para petugas menemukan bukti bahwa Ullah menonton propaganda ISIS di internet. Islam dan timnya telah mewawancarai istri dan kerabat Ullah selama beberapa jam. Keluarga Ullah itu dijemput di apartemen yang mereka sewa di pusat Dhaka.

Ullah menjadi penduduk AS sejak 2011 dan kembali ke Bangladesh untuk bertemu keluarganya pada September. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah bersama putra mereka yang berusia enam bulan. "Biasanya, dia tidak bertemu dengan teman atau kerabat lain di sini. Sebagian waktu dia habiskan di rumah. Kami mengamati teman-temannya yang biasa bersamanya pergi ke kampus atau sekolah. Kami mencari mereka. Kami belum mengidentifikasi siapa pun," kata Islam.

Anggota keluarga Ullah menolak berbicara dengan jurnalis Reuters saat didekati di apartemennya, kemarin. Islam menjelaskan, Bangladesh telah mengirimkan informasi tentang Ullah pada badan keamanan AS, meski tidak ada investigasi gabungan. "Saya tidak yakin, apakah mereka akan mengirim permintaan resmi untuk investigasi atau penyelidikan. Jika mereka melakukannya, kami akan memenuhi permintaan itu karena kami memberikan prioritas tertinggi pada isu ini lantaran kami memiliki kebijakan nol toleransi terhadap terorisme," ungkap Islam.

Kerabat Ullah dalam pengawasan dan tidak diizinkan meninggalkan Dhaka tanpa izin kepolisian. Tak seorang pun anggota keluarganya memiliki paspor. ISIS dan Al-Qaeda telah mengklaim beberapa serangan di Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir. Aksi paling besar adalah pembunuhan 22 orang yang sebagian warga asing di restoran di Dhaka tahun lalu.

Pengamat menyatakan, ISIS dapat mencoba meradikalisasi pemuda di Bangladesh saat organisasi itu mengalami kekalahan di Suriah dan Irak. Meski demikian, Islam menyatakan, Ullah merupakan kejadian terpisah dan Bangladesh akan bertindak tegas pada aktivitas semacam itu.
(amm)
Berita Terkait
Rumah Tidak Terawat,...
Rumah Tidak Terawat, Hakim AS Caci Maki dan Hukum Penderita Kanker
AS Jadi Biang Kerok...
AS Jadi Biang Kerok Ketegangan Hubungan Bangladesh-China
AS Kukuhkan Wanita Muslim...
AS Kukuhkan Wanita Muslim Pertama Jadi Hakim Federal
6 Gerakan Mahasiswa...
6 Gerakan Mahasiswa yang Membawa Perubahan Radikal, dari Revolusi Gen Z hingga Kent State
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
55 menit yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
1 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
4 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved