AS Punya Senjata Microwave yang Bisa Kendalikan Rudal Korut

Selasa, 05 Desember 2017 - 10:46 WIB
AS Punya Senjata Microwave...
AS Punya Senjata Microwave yang Bisa Kendalikan Rudal Korut
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) memiliki senjata gelombang mikro yang diyakini oleh para ahli mampu menghentikan Korea Utara untuk meluncurkan peluru kendali (rudal). Alat yang dikenal sebagai senjata microwave ini bekerja untuk melumpuhkan sistem elektronik objek-objek musuh.

Dua pejabat AS yang mengetahui tentang hal itu mengatakan bahwa senjata tersebut pernah dibahas pada pertemuan Gedung Putih bulan Agustus terkait krisis Korut.

Nama senjata microwave ini adalah Counter-electronics High Power Microwave Advanced Missile Project (CHAMPs). Alat ini bisa dipasang di rudal jelajah yang diluncurkan dari pesawat pembom B-52.

Dengan jangkauan 700 mil, senjata itu bisa terbang ke wilayah udara musuh di ketinggian rendah dan memancarkan energi gelombang mikro yang tajam untuk melumpuhkan sistem elektronik musuh.

”Sinyal gelombang mikro bertenaga tinggi ini sangat efektif untuk mengganggu dan mungkin melumpuhkan sirkuit elektronik,” kata Mary Lou Robinson, yang memimpin pengembangan senjata di Laboratorium Riset Angkatan Udara di Albuquerque, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan NBC News, yang dilansir Selasa (5/12/2017).

Lou Robinson mengatakan bahwa AS dapat menggunakannya untuk menghentikan Korea Utara meluncurkan rudal dengan menargetkan kontrol darat dan sirkuit di rudal itu sendiri. Senjata CHAMPs saat ini tidak beroperasi.

Senator Martin Heinrich membenarkan kepemilikan senjata microwave AS tersebut.

”Pikirkan kapan Anda memasukkan sesuatu ke microwave Anda yang memiliki logam di atasnya,” kata Heinrich. ”Anda tahu betul apa yang terjadi? Bayangkan untuk mengarahkan gelombang mikro ke peralatan elektronik seseorang,” ujarnya menggambarkan secara sederhana tentang sistem kerja senjata tersebut.

Senator Heinrich yang menjadi anggota Komite Angkatan Bersenjata AS memulai kariernya sebagai insinyur di Laboratorium Riset Angkatan Udara di Albuquerque.

Pensiunan Letnana Jenderal David Deptula, yang pernah menjalankan misi tempur udara AS di Afghanistan dan Irak mengatakan pusat komando militer memang dipenuhi infrastruktur elektronik.

”Pusat komando dan kontrol dipenuhi dengan infrastruktur elektronik yang sangat rentan terhadap gelombang mikro bertenaga tinggi,” kata Deptula yang pensiun sebagai Kepala Intelijen Angkatan Udara.

Angkatan Udara dan badan-badan pemerintah lainnya telah bekerja dalam pembuatan senjata gelombang mikro selama lebih dari dua dekade. Berbagai pemancar telah terapkan di wilayah darat Afghanistan dan Irak untuk menonaktifkan alat peledak improvisasi (IED) dan pesawat tak berawak kecil.

Laboratorium Penelitian Angkatan Udara mulai mengerjakan CHAMP pada bulan April 2009. Laboratorium tersebut memasang pemancar HPM ke versi non-nuklir dari rudal jelajah yang diluncurkan Boeing.

Pada bulan Oktober 2012, menurut dokumen Angkatan Udara, CHAMP siap untuk tes operasional. Sebuah pesawat pembom B-52 meluncurkan rudal tersebut di atas Utah Test and Training Range, area uji seluas 2.500 mil persegi.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
8 menit yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
1 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
2 jam yang lalu
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
3 jam yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved