Nelayan Kanada Temukan Lobster dengan 'Tato' Logo Pepsi

Jum'at, 01 Desember 2017 - 16:16 WIB
Nelayan Kanada Temukan...
Nelayan Kanada Temukan Lobster dengan 'Tato' Logo Pepsi
A A A
OTTAWA - Seekor lobster dengan logo minuman ringan Pepsi tercetak di cakarnya ditemukan terperangkap di perairan Grand Manan di New Brunswick, Kanada timur. Temuan ini memicu kekhawatiran baru tentang meningkatnya kontaminasi di laut.

Karissa Lindstrand, seorang anggota kru penangkap ikan Kanada yang menemukan hewan tersebut, mengatakan bahwa dia segera mengenali logo yang sudah terkenal itu saat dia minum sekitar 12 kaleng Pepsi setiap hari.

"Saya seperti: 'Oh, itu mungkin Pepsi.' Itu tampak seperti cetakan yang tepat di cakar lobster" katanya seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (1/12/2017).

Temuan tersebut memancing perdebatan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada makhluk itu. Kru mengatakan bahwa mereka belum pernah melihat kejadian seperti itu sebelumnya. Beberapa percaya bahwa lobster tumbuh di sekitar kaleng yang berada di dasar laut. Yang lain berspekulasi bahwa bagian dari kaleng Pepsi entah bagaimana terjebak di cakar binatang itu.

Lindstrand sendiri menduga gambar itu bisa berasal dari gambar yang dicetak karena muncul pixelated, tapi kertas pasti akan hancur di laut.

"Saya masih berusaha membungkus otak saya dengan apa sebenarnya itu," kata Lindstrand.

Insiden tersebut menghidupkan kembali kekhawatiran jumlah sampah yang mengotori samudra di dunia.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ellen MacArthur Foundation, antara 5 juta hingga 13 juta ton sampah plastik ke lautan dunia setiap tahunnya dikonsumsi oleh burung laut, ikan dan organisme lainnya. Menurut pelaut yang memecahkan rekor Dame Ellen McArthur, pada tahun 2050 lautan akan mengandung lebih banyak plastik dari pada ikan, kecuali jika industri membersihkan akarnya.

Baru-baru ini, para periset mendeteksi hampir 30 juta keping plastik dengan berat hampir 18 ton menumpuk di Pulau Henderson yang tidak berpenghuni di Pasifik Selatan bagian timur. Para ilmuwan menemukan ratusan kepiting yang menenggelamkan rumah buatan yang terbuat dari tutup botol dan mainan.

Para ilmuwan di Ghent University di Belgia baru-baru ini mengkalkulasikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi makanan laut mengkonsumsi hingga 11.000 potongan plastik kecil setiap tahunnya.

Sebelumnya pada bulan Agustus, seekor lobster raksasa yang cantik ditangkap oleh seorang nelayan di Fuding, di provinsi Fujian di China tenggara. Beratnya lebih dari 3 kilogram, makhluk itu berdiameter 1,4 meter. Seekor lobster yang sama ditangkap lebih dari dua tahun yang lalu di provinsi Wenling, Zhejiang, dan kemudian dijual seharga 600.000 Renminbi.
(ian)
Berita Terkait
Pembunuhan Warga India...
Pembunuhan Warga India di Kanada Memicu Hubungan India-Kanada Memburuk
Kebakaran Hutan Kanada...
Kebakaran Hutan Kanada Meluas, Rumah dan Mobil Hangus Terbakar
Tersandung Skandal dan...
Tersandung Skandal dan Berselisih dengan Trudeau, Menkeu Kanada Resign
Bawa Senapan M-14, Seorang...
Bawa Senapan M-14, Seorang Pria Serang Rumah PM Kanada
Dubes Indonesia dan...
Dubes Indonesia dan Kanada Siap Majukan Kerja Sama Bilateral
Hasil Copa America 2024:...
Hasil Copa America 2024: Perkasa, Argentina Kalahkan Kanada 2-0
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
2 jam yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
5 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
7 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
7 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
9 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
10 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved