Ini Hasil Investigasi Penjahat Perang Bosnia Minum Racun di Pengadilan

Jum'at, 01 Desember 2017 - 07:16 WIB
Ini Hasil Investigasi...
Ini Hasil Investigasi Penjahat Perang Bosnia Minum Racun di Pengadilan
A A A
DEN HAAG - Pihak berwenang Belanda mengungkap hasil sementara investigasi independen terkait aksi minum racun yang dilakukan terdakwa penjahat perang Bosnia Jenderal Slobodan Praljak di pengadilan internasional. Praljak yang dianggap bertanggung jawab atas pembantaian etnis Muslim Bosnia tahun 1990-an, tewas setelah minum racun.

Marilyn Fikenscher, jaksa Belanda yang melakukan investigasi, mengatakan bahwa zat kimia mematikan berada dalam wadah yang digunakan terdakwa untuk beraksi.

”Ada tes pendahuluan tentang zat dalam wadah dan yang bisa saya katakan untuk saat ini adalah ada zat kimia dalam wadah yang dapat menyebabkan kematian,” kata Jaksa Fikenscher kepada The Associated Press dalam sebuah wawancara telepon yang dilansir Jumat (1/12/2017).

Dia menolak untuk menjelaskan secara tepat sifat substansi zat kimia tersebut. Praljak, 72, secara mengejutkan menenggak cairan dari wadah kecil saat diadili di Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia di Den Haag pada hari Rabu.

Baca: Jenderal Pembantai Muslim Bosnia Tenggak Racun di Sidang Den Haag

Dia beraksi beberapa detik setelah seorang hakim menolak banding yang diajukan terdakwa. Hakim menegaskan hukuman 20 tahun penjara untuk Praljak seperti yang dijatuhkan di pengadilan sebelumnya.

Menurut juru bicara pengadilan, Nenad Golcevski, komandan perang pasukan Kroasia-Bosnia itu sempat dilarikan ke rumah sakit di Den Haag, namun meninggal di sana.

Pengacara Praljak, Nika Pinter, mengatakan pada hari Kamis bahwa dia tidak pernah menduga bahwa kliennya akan bunuh diri. Dia heran bagaimana kliennya bisa mendapatkan cairan fatal tersebut dengan keamanan pengadilan yang super ketat.

Baca juga: Mengenal Praljak, Peminum Racun di Sidang Pembantaian Muslim Bosnia

Pinter kepada kantor berita Kroasia, Hina, menggambarkan Praljak sebagai “orang terhormat yang tidak dapat hidup dengan status penjahat perang”.

Fikenscher menambahkan, sebuah autopsi, termasuk tes toksikologi, akan segera dilakukan terhadap tubuh Praljak.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan pada hari Kamis bahwa Praljak ingin mengirim sebuah pesan kepada Pengadilan PBB bahwa vonis terhadapnya tidak adil.
Ini Hasil Investigasi Penjahat Perang Bosnia Minum Racun di Pengadilan
DEN HAAG- Pihak berwenang Belanda mengungkap hasil sementara investigasi independen terkait aksi minum racun yang dilakukan terdakwa penjahat perang Bosnia Jenderal Slobodan Praljak di pengadilan internasional. Praljak yang dianggap bertanggung jawab atas pembantaian etnis Muslim Bosnia tahun 1990-an tewas setelah minum racun.
Marilyn Fikenscher, jaksa Belanda yang melakukan investigasi, mengatakan bahwa zat kimia mematikan berada dalam wadah yang digunakan terdakwa untuk beraksi.
”Ada tes pendahuluan tentang zat dalam wadah dan yang bisa saya katakan untuk saat ini adalah ada zat kimia dalam wadah yang dapat menyebabkan kematian,” kata Jaksa Fikenscher kepada The Associated Press dalam sebuah wawancara telepon yang dilansir Jumat (1/12/2017).


Dia menolak untuk menjelaskan secara tepat sifat substansi zat kimia tersebut. Praljak, 72, secara mengejutkan menenggak cairan dari wadah kecil saat diadili di Pengadilan Pidana Internasional untuk bekas Yugoslavia di Den Haag pada hari Rabu.
Dia beraksi beberapa detik setelah seorang hakim menolak banding yang diajukan terdakwa. Hakim menegaskan hukuman 20 tahun penjara untuk Praljak seperti yang dijatuhkan di pengadilan sebelumnya.
Menurut juru bicara pengadilan, Nenad Golcevski, komandan perang pasukan Kroasia Bosnia itu sempat dilarikan ke rumah sakit di Den Haag, namun meninggal di sana.
Pengacara Praljak, Nika Pinter, mengatakan pada hari Kamis bahwa dia tidak pernah menduga bahwa kliennya akan bunuh diri. Dia heran bagaimana kliennya bisa mendapatkan cairan fatal tersebut dengan keamanan pengadilan yang super ketat.


Pinter kepada kantor berita Kroasia, Hina, menggambarkan Praljak sebagai “orang terhormat yang tidak dapat hidup dengan status penjahat perang”.
Fikenscher menambahkan, sebuah autopsi, termasuk tes toksikologi, akan segera dilakukan terhadap tubuh Praljak.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan pada hari Kamis bahwa Praljak ingin mengirim sebuah pesan kepada Pengadilan PBB bahwa vonis terhadapnya tidak adil.
(mas)
Berita Terkait
Pengadilan PBB Tolak...
Pengadilan PBB Tolak Banding Kasus Genosida Mladic ‘Penjagal Bosnia’
Muslim Bosnia dan Pemimpin...
Muslim Bosnia dan Pemimpin Kroasia Boikot Pertemuan dengan Menlu Rusia
10 Negara yang Menghasilkan...
10 Negara yang Menghasilkan Orang Tinggi di Dunia, Ternyata Belanda Rajanya
Pemerintah Belanda Minta...
Pemerintah Belanda Minta Maaf kepada Para Veteran Srebrenica
PBB Prihatin Peningkatan...
PBB Prihatin Peningkatan Ujaran Kebencian di Bosnia-Herzegovina dan Serbia
Hadapi Tim Bosnia-Herzegovina,...
Hadapi Tim Bosnia-Herzegovina, Jangan Gentar Garuda Muda
Berita Terkini
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
19 menit yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
1 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
2 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
3 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
4 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
5 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved