Putra Mahkota Saudi Bicara Islam, Nabi Muhammad dan Wanita

Jum'at, 24 November 2017 - 17:52 WIB
Putra Mahkota Saudi...
Putra Mahkota Saudi Bicara Islam, Nabi Muhammad dan Wanita
A A A
RIYADH - Putra atau Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bicara soal nilai-nilai Islam di negaranya yang akan dia kembalikan seperti dulu atau sebelum tahun 1979. Dia juga berbicara tentang Islam zaman Nabi Muhammad SAW yang menghormati hak-hak perempuan.

Komentar Putra Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud ini muncul dalam wawancaranya dengan New York Times.

”Jangan menulis bahwa kita sedang menafsirkan kembali 'Islam’,” katanya. ”Kita memulihkan Islam dari asal usulnya, dan alat terbesar kita adalah praktik serta kehidupan Nabi Muhammad SAW sebelum tahun 1979,” ujarnya, yang dikutip Jumat (24/11/2017).

Menurutnya, pada era Nabi Muhammad SAW, ada teater musikal, ada pencampuran antara pria dan wanita, serta ada rasa hormat pada orang Kristen dan Yahudi di Arab (Saudi).

”Hakim komersial pertama di Madinah adalah seorang wanita!,” katanya. ”Jadi, jika Nabi menganut semua ini, Mohamed bin Salman bertanya, Apakah maksud Anda Nabi bukanlah seorang Muslim?,” ujar pewaris takhta Kerajaan Saudi ini.

Dalam wawancara tersebut, Pangeran Mohammed juga membahas masalah pemberantasan korupsi di Saudi. Menurutnya, 95 persen tersangka korupsi yang ditangkap menyetujui kesepakatan yang dibuat, yakni menyerahkan aset kepada pemerintah.

Ada sekitar 200 tersangka korupsi yang ditangkap dalam operasi “pembersihan” koruptor yang dilakukan Komite Pemberantasan Korupsi. Ke-200 tersangka itu terdiri dari miliarder, pangeran, menteri, mantan menteri dan sejumlah pejabat.

”Kami menunjukkan kepada mereka semua file yang kami miliki dan segera setelah mereka melihatnya, sekitar 95 persen menyetujui penyelesaian,” katanya.

Aset yang setuju diserahkan kepada pemerintah itu berupa uang tunai maupun saham perusahaan mereka. Aset-aset tersangka korupsi itu diserahkan ke ke Departemen Keuangan Saudi.

”Sekitar 1 persen mampu membuktikan bahwa mereka bersih dan kasus mereka digugurkan di sana. Sekitar 4 persen mengatakan bahwa mereka tidak korupsi dan dengan pengacara mereka ingin pergi ke pengadilan,” ujar dia.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Punya Bakat dan Keahlian...
Punya Bakat dan Keahlian Unik? Arab Saudi Tarik Pemuda Berbakat dengan Paket Bebas Pajak
Arab Saudi Larang Penggunaan...
Arab Saudi Larang Penggunaan Simbol Negara dan Agama untuk Kepentingan Komersial
Saudi Makin Liberal,...
Saudi Makin Liberal, Band Metal Manggung Habis-habisan di Jeddah
Rayakan Hari Nasional,...
Rayakan Hari Nasional, Saudi Gelar Pesta Kembang Api
3 Alasan Rakyat Arab...
3 Alasan Rakyat Arab Saudi Ikut Berduka dengan Kematian Sleeping Prince
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
11 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved