Saudi Cs Labeli Majelis Cendekiawan Pimpinan Qaradawi Teroris

Kamis, 23 November 2017 - 14:41 WIB
Saudi Cs Labeli Majelis...
Saudi Cs Labeli Majelis Cendekiawan Pimpinan Qaradawi Teroris
A A A
RIYADH - Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang memboikot Qatar menambahkan 11 individu dan dua entitas lainnya dalam daftar hitam teroris. Entitas yang masuk daftar itu termasuk Majelis Cendekiawan Muslim Internasional (IUMS) yang berbasis di Qatar dan dipimpin ulama Yusuf al-Qaradawi.

IUMS dibentuk pada tahun 2004. Para ulama maupun cendekiawan Muslim yang bergabung kebanyakan terkait dengan kelompok Ikhwanul Muslimin.

Dalam sebuah pernyataan, empat negara Arab itu juga memasukkan Dewan Islam Internasional (International Islamic Council/IIC) dalam daftar yang sama.

”Dua entitas yang terdaftar adalah dua organisasi teroris yang mempromosikan terorisme dengan menggunakan retorika Islam sebagai topeng untuk memfasilitasi kegiatan teroris,” bunyi pernyataan empat negara tersebut yang dikutip kantor berita Saudi, SPA, Kamis (23/11/2017).

Langkah tersebut semakin memperdalam keretakan antara keempat negara Arab itu dengan Qatar. Saudi dan para sekutu Arabnya telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada bulan Juni lalu atas tuduhan bahwa Doha mendukung terorisme yang bersekutu dengan Iran.

Ke-11 individu yang dimasukkan ke daftar teroris oleh kuartet Arab itu termasuk pemimpin Ikhwanul Muslimin; Mahmoud Ezzat Ibrahim.

Gerakan Ikhwanul Muslimin memimpin demonstrasi “Arab Spring” pada tahun 2011 yang menggulingkan beberapa pemimpin di Timur Tengah dan Afrika Utara. Penguasa negara-negara Teluk melihat kelompok yang ideologi politiknya menantang prinsip pemerintahan dinasti, sebagai ancaman keamanan.

Keanggotaan IUMS sendiri mencakup ulama Saudi Salman al-Awdah, yang ditangkap oleh pihak berwenang Saudi pada bulan September, Rached Ghannouchi; Ketua Partai Ennahda dari Tunisia, dan cendekiawan Maroko; Ahmed Raissouni.

Upaya mediasi krisis Qatar yang dipimpin oleh Kuwait dan diplomasi antar-jemput oleh pejabat Barat, termasuk Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson sejauh ini masih gagal.
(mas)
Berita Terkait
Arab Saudi Buka Lagi...
Arab Saudi Buka Lagi Kedubes di Qatar dalam Beberapa Hari
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Cabut Blokade Qatar Hari Ini
Qatar Jadi Negara Terkaya...
Qatar Jadi Negara Terkaya Nomor 1 di Dunia Arab, Kalahkan Arab Saudi
Arab Saudi, UEA, Bahrain,...
Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir Tidak Mengutuk Pembunuhan Ismail Haniyeh
PM Pakistan: Kami Ditekan...
PM Pakistan: Kami Ditekan Negara Sahabat untuk Akui Negara Israel
Kepala Mossad: Israel...
Kepala Mossad: Israel dan Saudi Jaga Hubungan Damai Tak Resmi
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
5 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
6 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
7 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
8 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
9 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved