China Desak Negosiasi Ulang soal Label Sponsor Terorisme Korut

Rabu, 22 November 2017 - 17:33 WIB
China Desak Negosiasi...
China Desak Negosiasi Ulang soal Label Sponsor Terorisme Korut
A A A
SEOUL - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan Korea Utara (Korut) dalam daftar negara sponsor terorisme. Langkah tersebut didukung Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. Meski demikian, China sebagai aliansi Korut meminta semua pihak kembali ke meja perundingan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China Lu Kang menjelaskan, Beijing telah mengetahui tentang keputusan AS tersebut. "Saat ini, situasi di semenanjung Korea rumit dan sensitif. Kami masih berharap semua pihak terkait dapat berbuat lebih banyak untuk meringankan situasi dan lebih kondusif bagi semua pihak kembali ke jalur negosiasi, dialog, dan konsultasi untuk menyelesaikan isu nuklir semenanjung," kata Lu di Beijing, dikutip kantor berita Reuters.

Menurut China, langkah AS akan semakin memperumit situasi di semenanjung Korea. "Prospek semenanjung Korea bebas nuklir telah menjauh oleh satu aksi, disusul aksi lain yang tidak bertanggung jawab atau retorika menggelegar," ungkap Lu.

Peningkatan ketegangan di Korea pada tahun ini tak dapat dilepaskan dari sejumlah perang kata-kata antara AS dan Korut. Langkah Trump memasukkan kembali Korut dalam daftar negara sponsor terorisme sepekan setelah dia kembali dari lawatan ke Asia selama 12 hari.

Lawatan itu memiliki agenda utama menghentikan ambisi nuklir Korut. "Sebagai tambahan mengancam dunia dengan kehancuran nuklir, Korut berulang kali mendukung aksi terorisme inter nasional, termasuk berbagai pembunuhan di tanah asing," kata Trump di Gedung Putih.

"Ini akan ditindaklanjuti dengan sanksi dan penalti pada Korut dan orang-orang terkait serta mendukung kampanye tekanan maksimal untuk mengisolasi rezim kejam," ungkap Trump.

Jepang dan Korsel sebagai aliansi AS mendukung langkah Trump. "Saya menyambut dan mendukung langkah itu untuk meningkatkan tekanan pada Korut," kata Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe. "Korsel berharap langkah Trump akan mendukung denuklirisasi damai," papar pernyataan Kementerian Luar Negeri Korsel.

PM Australia Malcolm Trunbull juga mendukung keputusan Trump. "Kim Jong-un menjalankan operasi kriminal global dari perdagangan senjata Korut, perdagangan narkoba, terlibat kejahatan cyber, dan mengancam stabilitas wilayah dengan senjata nuklirnya," kata Turnbull di Sydney.
(amm)
Berita Terkait
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Jepang Segera Beli 400...
Jepang Segera Beli 400 Rudal Jelajah Tomahawk dari Amerika Serikat
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Laporan PBB: Kapal-kapal...
Laporan PBB: Kapal-kapal Korut Langgar Sanksi di Perairan China
Berita Terkini
Militer Israel Kembangkan...
Militer Israel Kembangkan Senjata Laser Antariksa untuk Serang Satelit
35 menit yang lalu
Dewan Perdamaian Ungkap...
Dewan Perdamaian Ungkap Kendaraan Taktis Pertama Tiba di Pangkalan Multinasional Dekat Gaza
2 jam yang lalu
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Bumi Venezuela Meningkat Jadi 1.943 Jiwa
3 jam yang lalu
Oman Tawarkan Rencana...
Oman Tawarkan Rencana Pasca-Konflik pada AS tentang Biaya Melewati Selat Hormuz
4 jam yang lalu
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
6 jam yang lalu
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
7 jam yang lalu
Infografis
4 Keunggulan Jet Tempur...
4 Keunggulan Jet Tempur Canggih J-35 Buatan China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved