Kereta di Jepang Berangkat 20 Detik Lebih Awal, Pengelola Minta Maaf
Kamis, 16 November 2017 - 22:16 WIB
Kereta di Jepang Berangkat 20 Detik Lebih Awal, Pengelola Minta Maaf
A
A
A
TOKYO - Kereta di Jepang terkenal dengan ketepatan waktunya. Namun pada hari Selasa (14/11/2017), kereta api Tsukuba Express di Tokyo gagal memenuhi jadwal karena berangkat 20 detik lebih awal.
Insiden tersebut mendorong perusahaan pengelola kereta api tersebut mengajukan permintaan maaf secara resmi di website-nya.
”Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan kami,” kata Metropolitan Intercity Railway Company, perusahaan pengelola kereta tersebut, yang dikutip dari Japan Today, Kamis (16/11/2017).
Kereta api itu menghubungkan Akihabara di Tokyo dengan Tsukuba di Prefektur Ibaraki.
Sesuai jadwal biasa, kereta tersebut semestinya meninggalkan Stasiun Minami Nagareyama pada pukul 09.44 pagi. Namun, pada hari Selasa, kereta berangkat pukul 09.43.40, atau 20 detik lebih awal dari yang dijadwalkan.
Bagi warga Jepang—terutama pada jam-jam kerja—20 detik merupakan waktu yang sangat berharga. Menurut laporan media setempat, keberangkatan kereta lebih awal dapat memicu efek “bola salju”, di mana orang-orang bisa terlambat masuk kerja atau masuk sekolah.
Menurut perusahaan, kesalahan itu terjadi karena staf belum memeriksa jadwal. ”Kru tidak cukup mengecek waktu keberangkatan dan melakukan operasi pemberangkatan,” lanjut pihak perusahaan.
Kendati demikian, tidak ada pelanggan yang mengeluh tentang keberangkatan awal kereta tersebut dari Stasiun Minami Nagareyama, yang berada tepat di sebelah utara Tokyo.
Insiden tersebut mendorong perusahaan pengelola kereta api tersebut mengajukan permintaan maaf secara resmi di website-nya.
”Kami sangat meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan kami,” kata Metropolitan Intercity Railway Company, perusahaan pengelola kereta tersebut, yang dikutip dari Japan Today, Kamis (16/11/2017).
Kereta api itu menghubungkan Akihabara di Tokyo dengan Tsukuba di Prefektur Ibaraki.
Sesuai jadwal biasa, kereta tersebut semestinya meninggalkan Stasiun Minami Nagareyama pada pukul 09.44 pagi. Namun, pada hari Selasa, kereta berangkat pukul 09.43.40, atau 20 detik lebih awal dari yang dijadwalkan.
Bagi warga Jepang—terutama pada jam-jam kerja—20 detik merupakan waktu yang sangat berharga. Menurut laporan media setempat, keberangkatan kereta lebih awal dapat memicu efek “bola salju”, di mana orang-orang bisa terlambat masuk kerja atau masuk sekolah.
Menurut perusahaan, kesalahan itu terjadi karena staf belum memeriksa jadwal. ”Kru tidak cukup mengecek waktu keberangkatan dan melakukan operasi pemberangkatan,” lanjut pihak perusahaan.
Kendati demikian, tidak ada pelanggan yang mengeluh tentang keberangkatan awal kereta tersebut dari Stasiun Minami Nagareyama, yang berada tepat di sebelah utara Tokyo.
(mas)