Iran Berharap Hariri Tetap Perdana Menteri Lebanon

Rabu, 15 November 2017 - 15:30 WIB
Iran Berharap Hariri...
Iran Berharap Hariri Tetap Perdana Menteri Lebanon
A A A
LONDON - Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Ali Akbar Velayati, menyatakan Teheran berharap Saad al-Hariri tetap sebagai Perdana Menteri (PM) Lebanon. Velayati menyangkal tuduhan bahwa Hariri mundur setelah pertemuan dengannya di Beirut.

Hariri mundur tiba-tiba pada 4 November saat di Arab Saudi dengan alasan nyawanya terancam. Hariri juga menuduh Iran dan aliansinya di Lebanon, Hezbollah, membuat kekacauan di dunia Arab. Hariri terbang ke Riyadh pada 3 November setelah pertemuan di Beirut bersama Velayati.

"Hariri mengklaim bahwa dalam pertemuan kami, dia meminta Iran berhenti intervensi masalah Lebanon, tapi dia tidak mengatakan hal semacam itu," ujar Velayati dikutip kantor berita Iran, Selasa (14/12/2017).

"Pertemuan kami tidak tegang sama sekali. Itu semua kebohongan," kata Velayati dikutip kantor berita Reuters. Velayati menuduh Arab Saudi memicu ketegangan dan tidak bisa menoleransi persahabatan strategis antara Teheran dan Beirut.

Pengunduran diri Hariri membawa Lebanon dalam krisis politik baru dan menempatkan negara itu di garis depan pertarungan pengaruh antara Arab Saudi dan Iran. Saat ini persaingan antara kedua negara sudah menyebar ke Suriah, Irak, Yaman, dan Bahrain.

Velayati menjelaskan, Hariri dalam pertemuan mereka menawarkan mediasi antara Iran dan Arab Saudi. Velayati pun menyambut tawaran itu. Arab Saudi memutus hubungan diplomatik dengan Iran pada Januari 2016 setelah demonstrasi Iran mengecam eksekusi ulama oleh Riyadh. Saat itu demonstran membakar Kedutaan Besar Saudi di Teheran.

Velayati menjelaskan, Teheran berharap Hariri akan kembali ke Lebanon dan tetap menjadi PM jika undang-undang Lebanon memungkinkan. Saat wawancara di televisi akhir pekan lalu, Hariri menyatakan, dia akan kembali ke Lebanon dalam beberapa hari mendatang dan menyebut kemungkinan dia akan mencabut pengunduran diri jika Hezbollah sepakat menjauh dari konflik regional seperti Yaman. Komentar pertama Hariri sejak dia mundur yakni, "Kami tidak dapat melanjutkan jika Iran dan partai politik intervensi."
(amm)
Berita Terkait
Iran akan Terus Dukung...
Iran akan Terus Dukung Lebanon dengan Pengiriman Bahan Bakar Minyak
Kapal Tanker Iran Bongkar...
Kapal Tanker Iran Bongkar Muatan Minyak untuk Lebanon di Suriah
Iran Tuding Israel Melakukan...
Iran Tuding Israel Melakukan Pembunuhan Massal dengan Meledakkan Pager Hizbullah
Dihajar Krisis, Iran...
Dihajar Krisis, Iran Tawarkan 600.000 Ton BBM ke Lebanon
Pakar Sebut Serangan...
Pakar Sebut Serangan Israel ke Lebanon untuk Seret AS Berperang dengan Iran
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Logistik Siap untuk Impor Bahan Bakar Iran
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
25 menit yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
1 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
2 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
3 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
3 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved