Paksa Para Perawat Perempuan Menari Erotis, RS Korsel Diselidiki

Rabu, 15 November 2017 - 02:15 WIB
Paksa Para Perawat Perempuan...
Paksa Para Perawat Perempuan Menari Erotis, RS Korsel Diselidiki
A A A
SEOUL - Sebuah rumah sakit (RS) di Korea Selatan sedang diselidiki setelah memaksa para perawat perempuannya melakukan tarian erotis di depan pejabat tinggi rumah sakit di sebuah acara formal. Penyelidikan diluncurkan oleh Kementerian Tenaga Kerja.

Aksi para perawat itu direkam dan videonya menyebar secara online. Rekaman video yang menunjukkan sekelompok wanita berpakaian minim menari di atas panggung tersebut memicu kemarahan publik.

Perawat di Sacred Heart Hospital of Hallym University mengklaim bahwa mereka dipaksa untuk ambil bagian dalam tarian erotis di depan lebih dari 1.000 rekan kerja dan pejabat dalam sebuah kompetisi olahraga tahunan bulan Oktober lalu.

Rekaman itu diupload oleh whistleblower ke Facebook. Menurut pengunggah video, kejadian itu bukan yang pertama kalinya terjadi.

Asosiasi Perawat Korea Selatan juga mengonfirmasi tindakan pemaksaan tersebut. ”Mereka yang dipaksa menari biasanya adalah perawat yang baru saja dipekerjakan, yang tidak dapat menolak perintah tersebut. Kami dipaksa untuk menari di depan pejabat tinggi perusahaan yang duduk berdampingan, di meja panjang,” kata aosiasi tersebut seperti dilansir Korea Times, Rabu (15/11/2017).

Salah seorang perawat melalui media sosial mengklaim bahwa rekan-rekannya didorong untuk membuat wajah yang sugestif secara seksual saat melakukan tarian.

”Selama latihan, para manajer di Departemen Perawat akan memberikan instruksi untuk membuat gerak tubuh dan ekspresi wajah yang menggoda,” tulis seorang perawat.

“Beberapa perawat bahkan menangis untuk mengungkapkan penghinaan ekstrem, namun para pejabat akan selalu menyepelekan ini, dengan mengatakan bahwa mereka membuat kesepakatan besar dari sesuatu yang dilakukan setiap orang,” tulis perawat lainnya.

Menurut Asosiasi Perawat Korea Selatan pemaksaan itu merupakan beban berat. “Ini adalah tantangan berat untuk harga diri perawat,” bunyi pernyataan asosiasi tersebut.

”Ada banyak perawat yang menanggung beban kerja yang berat, gaji rendah dan sering lembur dengan rasa tanggung jawab. Dengan mempertimbangkan hal ini, skandal itu memfitnah dan menyinggung para perawat ini,” lanjut pernyataan asosiasi.

Kementerian Tenaga Kerja setempat membenarkan adanya penyelidikan terhadap rumah sakit tersebut.

“Jika kita menemukan masalah hukum, kita akan memanggil pejabat rumah sakit yang bertanggung jawab,” kata kementerian itu melalui seorang juru bicara.
(mas)
Berita Terkait
Bungkam Korea Selatan...
Bungkam Korea Selatan 2-0, Yordania Melenggang ke Final Piala Asia 2023
Nuansa Khas Korea Selatan...
Nuansa Khas Korea Selatan di Pusat Perbelanjaan
Atlet Olimpiade Korea...
Atlet Olimpiade Korea Selatan Ikuti Kamp Militer di Pohang
Menikmati Konser Virtual...
Menikmati Konser Virtual On The K:O dan Fan Signing, Seru!
10 Mahasiswa Indonesia...
10 Mahasiswa Indonesia Lolos Program Magang di Korea Selatan
Korea Selatan: 1.100...
Korea Selatan: 1.100 Tentara Korea Utara Dibantai Ukraina
Berita Terkini
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
42 menit yang lalu
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
1 jam yang lalu
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
2 jam yang lalu
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
2 jam yang lalu
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 jam yang lalu
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Para Miliarder Teknologi...
Para Miliarder Teknologi Hamburkan Triliunan Rupiah untuk Riset Kehidupan Abadi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved