Ratusan WNI di AS Terancam Deportasi

Minggu, 12 November 2017 - 10:35 WIB
Ratusan WNI di AS Terancam...
Ratusan WNI di AS Terancam Deportasi
A A A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia menuturkan, ratusan warga negara Indonesia (WNI) saat ini terancam terkena deportasi oleh pemerintah Amerika Serikat (AS). Setidaknya ada 558 WNI yang terancam depotasi di seluruh wilayah AS.

Menurut keterangan Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu RI Lalu Muhammad Iqbal, ada tiga macam WNI yang berada di AS, yang terancam deportasi.

"Pertama ada mereka yang meminta suaka, biasanya dengan alasan takut terkena prosekusi, namun ditolak oleh pengadilan. Kedua, mereka yang sudah mendapatkan suaka, namun setelah mendapat suaka sempat kembali ke Indonesia, sebelum akhirnya menetap di AS, dan yang terakhir adalah WNI Ilegal," ucap Iqbal kepada awak media semalam.

"Total ada 558 delapan di seluruh AS, dari ketiga kategori itu," sambungnya. Iqbal menuturkan, fokus utama pihaknya saat ini adalah pada WNI ilegal yang hendak di deportasi oleh imigrasi AS.

Sementara itu, ketika diminta data WNI ilegal yang berada di AS saat ini, Iqbal mengatakan tidak memiliki data pasti. Namun, berdasarkan estimasi jumlah WNI ilegal yang berada di AS berjumlah sekitar 40 ribu orang.

Isu mengenai deportasi WNI di AS sendiri muncul saat adanya dua WNI korban kekerasan 1998, Meldy dan Eva Lumangkun menolak untuk di deportasi karena mengaku masih takut untuk pulang ke tanah air. Mereka lalu meminta suaka kepada pemerintah AS.

Status tinggal mereka di negeri Paman Sam itu sendiri sejatinya adalah ilegal, namun sudah lama ditoleransi oleh otoritas imigrasi setempat. Tapi saat mereka muncul di kantor Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) di Manchester pada bulan Agustus untuk check-in regular, mereka diminta untuk membeli tiket satu arah kembali ke Indonesia dan keluar dari AS dalam waktu dua bulan.

"Kami takut pulang ke rumah. Kami takut akan keselamatan anak-anak kami,” kata Meldy Lumangkun usai pertemuan dengan pejabat ICE di Manchester. ”Di sini anak-anak kita bisa hidup dengan aman,” katanya lagi.

Keluarga Lumangkun termasuk di antara sekitar 2.000 warga Kristen Tionghoa Indonesia yang melarikan diri ke New Hampshire untuk menghindari kerusuhan tahun 1998.
(esn)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
1 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
2 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
3 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
4 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
5 jam yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved