Myanmar Minta Paus Francis Tak Gunakan Istilah Rohingya

Rabu, 08 November 2017 - 18:53 WIB
Myanmar Minta Paus Francis...
Myanmar Minta Paus Francis Tak Gunakan Istilah Rohingya
A A A
YANGON - Pemimpin umat Katolik Myanmar, Kardinal Charles Maung Bo meminta Paus Franciskus untuk tidak lagi menggunakan istilah Rohingya jika membahas mengenai minoritas Muslim di Myanmar. Permintaan Bo ini datang jelang kunjungan Paus Francis ke Myanmar.

Bo, yang ditunjuk oleh Paus Francis pada tahun 2015 sebagai kardinal pertama dan satu-satunya di Myanmar, mengatakan, bahwa pemimpin gereja di negara tersebut telah menasihatinya untuk menghindari masalah nama yang memecah belah.

Paus Francis telah menggunakan istilah Rohingya ketika dia berbicara tentang penderitaan mereka di masa lalu. Tapi, Aung Suu Kyi telah meminta para pemimpin asing untuk tidak menggunakan istilah Rohingya, karena menurutnya itu adalah tidak dapat diterima.

"Kami telah meminta, paling tidak untuk tidak menggunakan kata 'Rohingya' karena kata ini sangat ditentang dan tidak dapat diterima oleh militer, juga pemerintah, atau orang-orang di Myanmar," kata Bo seperti dilansir Reuters pada Rabu (8/11).

Tidak jelas apakah Paus Francis akan mengindahkan nasihat tersebut. Meski demikian, Bo menyebut jika Paus Francis tetap menggunakan istilah Rohingya, dia berharap ini tidak akan dipolitisir oleh pihak manapun.

"Dia hanya ingin mengidentifikasi kelompok khusus ini yang menyebut diri mereka sendiri. 'Rohingya'," ungkapnya.,

Di kesempatan yang sama, Bo mengatakan, Paus Francis akan meningkatkan kebutuhan untuk memberikan bantuan kepada minoritas Muslim dalam kunjunganya ke Myanmar. "Mereka adalah orang-orang yang menderita dan inilah orang-orang yang membutuhkan pertolongan sekarang," ungkapnya.

Paus Francis sendiri dijadwalkan untuk mengunjungi Myanmar pada 27 November sampai 30 November, sebelum pergi ke Bangladesh. Dalam kunjungan pertama oleh seorang Paus ke Myanmar, Francis akan bertemu dengan Suu Kyi.
(esn)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Pakar Militer Ini Ungkap...
Pakar Militer Ini Ungkap AS dan Iran Masih Berusaha Raih Klaim Kemenangan
28 menit yang lalu
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
4 jam yang lalu
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
5 jam yang lalu
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
6 jam yang lalu
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
7 jam yang lalu
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved