Amuk Saudi usai Riyadh Diserang Rudal: Yaman Dibombardir 29 Kali
Senin, 06 November 2017 - 15:58 WIB
Amuk Saudi usai Riyadh Diserang Rudal: Yaman Dibombardir 29 Kali
A
A
A
RIYADH - Arab Saudi bersama Koalisi Teluk yang dia pimpin membombardir wilayah Sanaa, Yaman, sebanyak 29 kali. Serangan udara ini diluncurkan setelah rudal balistik kelompok Houthi Yaman ditembakkan ke Riyadh dan berhasil ditembak jatuh pasukan Saudi pada hari Sabtu.
Kerajaan Arab Saudi memperingatkan Iran bahwa Teheran bertanggung jawab atas serangan rudal dari pemberontak Houthi tersebut. Saudi, dalam sebuah pernyataan hari Senin (6/11/2017) mengatakan bahwa serangan rudal bisa dianggap sebagai tindakan perang Iran melawan Kerajaan.
Baca: Saudi Tembak Jatuh Rudal Balistik dari Yaman yang Menuju Riyadh
Pemerintah Saudi menyalahkan serangan tersebut terhadap “kaki tangan” Iran. Menurut pernyataan itu, serangan tak akan terjadi jika Iran tidak mendukung pemberontak Houthi di Yaman.
”Peran Iran dan komando langsungnya terhadap proxy Houthi dalam hal ini merupakan tindakan agresi yang jelas yang menargetkan negara-negara tetangga, dan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah dan secara global,” bunyi pernyataan pemerintah sebagaimana dikutip oleh AP.
”Oleh karena itu, komando koalisi menganggap ini tindakan terang-terangan atas agresi militer oleh rezim Iran, dan dapat dianggap sebagai tindakan perang melawan Kerajaan Arab Saudi,” lanjut pernyataan pemerintah. “Arab Saudi berhak untuk menanggapi Iran dalam waktu dan cara yang tepat.”
Baca juga: Riyadh Diserang Rudal, Saudi: Tindakan Perang Iran Melawan Kerajaan
Kelompok Houthi melalui kantor berita Saba mengatakan, sekitar 15 serangan udara Saudi dan koalisinya menghantam beberapa target di Sanaa. Sebanyak 14 serangan udara lainnya menargetkan Distrik Sinhan dan Bani Bahloul pada Minggu dini hari.
Pemberontak Houthi Yaman melalui seorang juru bicara mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka meluncurkan rudal 2-H Burkan—rudal balistik jarak jauh tipe Scud dengan jangkauan lebih dari 800km ke arah Riyadh pada Sabtu malam.
”Ibu kota negara-negara yang terus-menerus menguliti kami, yang menargetkan warga sipil yang tidak berdosa, tidak akan terhindar dari rudal kami,” kata kelompok pemberontak tersebut.
Kolonel Turki al-Maliki, pejabat dari pasukan Saudi mengonfirmasi bahwa mereka menembak rudal balistik tersebut dengan rudal Patriot air-to-air. Rudal yang ditembakkan Houthi hancur berkeping-keping dan serpihan jatuh di area tak berpenghuni di sebelah timur Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
Kerajaan Arab Saudi memperingatkan Iran bahwa Teheran bertanggung jawab atas serangan rudal dari pemberontak Houthi tersebut. Saudi, dalam sebuah pernyataan hari Senin (6/11/2017) mengatakan bahwa serangan rudal bisa dianggap sebagai tindakan perang Iran melawan Kerajaan.
Baca: Saudi Tembak Jatuh Rudal Balistik dari Yaman yang Menuju Riyadh
Pemerintah Saudi menyalahkan serangan tersebut terhadap “kaki tangan” Iran. Menurut pernyataan itu, serangan tak akan terjadi jika Iran tidak mendukung pemberontak Houthi di Yaman.
”Peran Iran dan komando langsungnya terhadap proxy Houthi dalam hal ini merupakan tindakan agresi yang jelas yang menargetkan negara-negara tetangga, dan mengancam perdamaian dan keamanan di wilayah dan secara global,” bunyi pernyataan pemerintah sebagaimana dikutip oleh AP.
”Oleh karena itu, komando koalisi menganggap ini tindakan terang-terangan atas agresi militer oleh rezim Iran, dan dapat dianggap sebagai tindakan perang melawan Kerajaan Arab Saudi,” lanjut pernyataan pemerintah. “Arab Saudi berhak untuk menanggapi Iran dalam waktu dan cara yang tepat.”
Baca juga: Riyadh Diserang Rudal, Saudi: Tindakan Perang Iran Melawan Kerajaan
Kelompok Houthi melalui kantor berita Saba mengatakan, sekitar 15 serangan udara Saudi dan koalisinya menghantam beberapa target di Sanaa. Sebanyak 14 serangan udara lainnya menargetkan Distrik Sinhan dan Bani Bahloul pada Minggu dini hari.
Pemberontak Houthi Yaman melalui seorang juru bicara mengatakan kepada Al Jazeera bahwa mereka meluncurkan rudal 2-H Burkan—rudal balistik jarak jauh tipe Scud dengan jangkauan lebih dari 800km ke arah Riyadh pada Sabtu malam.
”Ibu kota negara-negara yang terus-menerus menguliti kami, yang menargetkan warga sipil yang tidak berdosa, tidak akan terhindar dari rudal kami,” kata kelompok pemberontak tersebut.
Kolonel Turki al-Maliki, pejabat dari pasukan Saudi mengonfirmasi bahwa mereka menembak rudal balistik tersebut dengan rudal Patriot air-to-air. Rudal yang ditembakkan Houthi hancur berkeping-keping dan serpihan jatuh di area tak berpenghuni di sebelah timur Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.
(mas)