11 Pangeran Saudi Termasuk Alwaleed Terjerat Suap hingga Pencucian Uang

Senin, 06 November 2017 - 08:46 WIB
11 Pangeran Saudi Termasuk...
11 Pangeran Saudi Termasuk Alwaleed Terjerat Suap hingga Pencucian Uang
A A A
RIYADH - Penyuapan, penggelapan dana, pencucian uang dan penyalahgunaan kekuasaan termasuk di antara tuduhan yang dikenakan terhadap 11 pangeran, pejabat dan pengusaha Arab Saudi yang ditahan dalam penyelidikan anti-korupsi. Miliarder Saudi, Pangeran Alwaleed bin Talal, termasuk di dalamnya.

Sederet tuduhan itu diungkap seorang pejabat terkait Saudi kepada Reuters, Senin (6/11/2017). Seperti diberitakan sebelumnya, 11 pangeran, empat menteri dan banyak mantan menteri ditangkap dan ditahan pada Sabtu malam.

Aksi “sapu bersih” dalam pemberantasan korupsi ini terjadi setelah Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud memutuskan untuk membentuk komite antikorupsi yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, putra kandungnya yang berusia 32 tahun.

Lembaga antirasuah yang baru ini diberi wewenang luas untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi. Badan itu juga diberi wewenang mengeluarkan surat perintah penangkapan dan pencegahan perjalanan ke luar negeri, dan menyita aset.

Baca: Arab Saudi Pecat Para Menteri Senior dan Tahan 11 Pangeran

Pejabat yang jadi sumber tersebut mengatakan bahwa Pangeran Alwaleed bin Talal, keponakan Raja Salman dan pemilik perusahaan investasi Kingdom Holding, menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan dan pemerasan. Dia terkenal di kalangan Barat sebagai miliarder top Saudi.

Sedangkan Pangeran Miteb bin Abdullah, yang dipecat sebagai Kepala Garda Nasional, dituduh melakukan penggelapan dana, mempekerjakan “karyawan hantu” dan memberikan kontrak kepada perusahaannya sendiri, termasuk kesepakatan senilai USD10 miliar untuk walkie-talkie dan perlengkapan militer antipeluru senilai miliaran riyal Saudi.

Mantan Gubernur Riyadh, Pangeran Turki bin Abdullah dituduh melakukan korupsi di proyek Metro Riyadh dan memanfaatkan pengaruhnya untuk memberikan kontrak kepada perusahaannya sendiri.

Selanjutnya, mantan Menteri Keuangan Ibrahim al-Assaf, anggota dewan raksasa minyak nasional Saudi Aramco, dituduh melakukan penggelapan dana yang terkait dengan perluasan Masjidilharam dan memanfaatkan posisinya dalam untuk mendapatkan keuntungan dari transaksi.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
8 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
10 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
11 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
12 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
13 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
15 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved