Spanyol Keluarkan Surat Penangkapan untuk Pemimpin Catalan

Sabtu, 04 November 2017 - 14:24 WIB
Spanyol Keluarkan Surat...
Spanyol Keluarkan Surat Penangkapan untuk Pemimpin Catalan
A A A
MADRID - Spanyol mengeluarkan surat perintah penangkapan atas hasutan dan tuntutan lainnya terhadap Carles Puigdemont. Keputusan ini semakin memperketat hukuman di sekitar mantan pemimpin Catalan yang kabur ke Brussels setelah pemerintahnya dibubarkan karena mendeklarasikan kemerdekaan.

Hakim Pengadilan Tinggi Madrid meminta Belgia untuk menangkap Puigdemont dan empat rekannya setelah mereka mengabaikan perintah pengadilan untuk kembali ke Spanyol. Mereka dipanggil untuk menjawab tuduhan pemberontakan, penghasutan, penyalahgunaan dana publik, ketidaktaatan dan pelanggaran kepercayaan terkait dengan kampanye separatis mereka.

Hakim menolak permintaan dari Puigdemont untuk bersaksi melalui konferensi video dari Belgia.

Di Brussels, seorang jaksa federal mengatakan pihak berwenang Belgia akan mempelajari surat perintah tersebut sebelum menyerahkannya kepada hakim.

"Kami akan memberikannya kepada hakim investigasi mungkin besok atau lusa," kata Eric Van der Sypt seperti dilansir dari Reuters, Sabtu (4/11/2017).

Puigdemont mengatakan bahwa dia tidak mempercayai keadilan Spanyol namun akan bekerja sama dengan pengadilan Belgia.

Terlibat dalam krisis politik Spanyol yang paling dahsyat sejak kembalinya demokrasi pada akhir tahun 1970-an, Perdana Menteri Mariano Rajoy menyerukan pemilihan daerah saat dia menguasai Catalonia sebagai tanggapan atas deklarasi kemerdekaan pekan lalu.

Belgia, di mana surat perintah penangkapan Eropa dapat diblokir karena beberapa alasan terutama prosedural, akan memiliki waktu maksimal tiga bulan untuk memutuskan apakah akan mengirim Puigdemont kembali ke Spanyol.

Pada hari Kamis, sembilan pembantu Puigdemont diperintahkan oleh Pengadilan Tinggi untuk ditahan sembari menunggu penyelidikan.

"Kami menganggap diri kami sebagai pemerintah yang sah," kata Puigdemont kepada televisi negara Belgia RTBF pada hari Jumat.

"Harus ada kontinuitas untuk mengatakan kepada dunia apa yang sedang terjadi di Spanyol. Bukan dengan pemerintah di penjara bahwa pemilu akan bersikap netral, independen, normal," sambungnya.

"Saya siap menjadi kandidat, menjalankan kampanye bisa dari mana saja," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Mengerikan! Arkeolog...
Mengerikan! Arkeolog Temukan Jejak Kematian Hitam di Catalonia Spanyol
6 Juta Orang Tanpa Akses...
6 Juta Orang Tanpa Akses Air Bersih karena Kekeringan di Catalonia, Spanyol
5 Fakta 2 Partai Separatis...
5 Fakta 2 Partai Separatis Catalonia yang Mengguncang Politik Spanyol
Wabah Covid-19 Merebak,...
Wabah Covid-19 Merebak, Warga Prancis Diminta Tidak Sambangi Catalonia
Pangeran Belgia Didenda...
Pangeran Belgia Didenda Rp165 Juta lantaran Langgar Karantina
Langgar Karantina di...
Langgar Karantina di Spanyol, Pangeran Belgia Didenda Rp165 Juta
Berita Terkini
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
37 menit yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
1 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
1 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
2 jam yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
3 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved