Pengacara Mesir: Memperkosa Wanita Pemakai Jins Robek Tugas Nasional

Rabu, 01 November 2017 - 22:56 WIB
Pengacara Mesir: Memperkosa...
Pengacara Mesir: Memperkosa Wanita Pemakai Jins Robek Tugas Nasional
A A A
KAIRO - Seorang pengacara Mesir bernama Nabih al-Wahsh memicu kemarahan publik setelah dia mengatakan bahwa wanita yang mengenakan celana jins robek pantas diperkosa dan dilecehkan secara seksual. Dia bahkan menyerukan pemerkosaan itu sebagai tugas nasional.

Wahsh membuat ucapan kontroversial itu dalam Infrad Show, sebuah talk show yang diselenggarakan oleh Saeed Hassaseen dan disiarkan oleh saluran satelit Al-Assema. Topik program acara itu adalah kontroversi seputar rancangan undang-undang tentang memerangi pelacuran dan pesta pora.

Dalam perdebatan sengit di acara itu, Wahsh mengatakan bahwa memperkosa wanita yang mengenakan celana jins robek adalah ”tugas nasional”. Menurutnya, gadis yang mengenakan busana yang menunjukkan bagian tubuhnya dengan mengenakan pakaian semacam itu berarti mengundang pria untuk mengganggunya.

Pernyataannya memicu kemarahan di seluruh negeri, terutama di kalangan para aktivis. Beberapa dari mereka bahkan ingin melaporkan pengacara itu ke aparat penegak hukum.

Kepala Dewan Nasional untuk Dokter Wanita, Maya Mursi, mengutuk ucapan Wahsh yang dia sebut memalukan. Menurutnya, komentar pengacara itu bisa dipandang sebagai ”seruan mencolok” untuk pemerkosaan yang melanggar konstitusi Mesir.

Konstitusi di Mesir melindungi setiap perempuan dari segala bentuk kekerasan. Mursi juga menyuarakan keterkejutannya bahwa pernyataan tersebut dibuat oleh seorang pengacara yang bertugas membela hak dan kebebasan.

Dewan tersebut, kata Mursi, akan melaporkan Wahsh dan saluran Al-Assema ke kejaksaan. Dewan itu juga akan mengadukan saluran satelit tersebut ke Dewan Tinggi untuk Peraturan Media.

Sementara itu, Wahsh yang menyadari komentarnya telah memicu kecaman publik mengatakan bahwa dia sebenarnya menuntut hukuman yang lebih ketat atas pelecehan seksual.

”Anak perempuan harus menghormati diri sendiri sehingga orang lain menghormati mereka. Melindungi moral lebih penting daripada melindungi perbatasan,” ujar Wahsh, seperti dikutip Daily Mirror, Rabu (1/11/2017).
(mas)
Berita Terkait
Tim Arkeolog Mesir Temukan...
Tim Arkeolog Mesir Temukan Sarkofagus Kayu Kuno di Situs Saqqara
Berfoto di Piramida...
Berfoto di Piramida Kuno, Model Asal Mesir Ditangkap
Melihat Koleksi Museum...
Melihat Koleksi Museum Nasional Peradaban Mesir di Kairo
6 Fakta tentang Alexandria,...
6 Fakta tentang Alexandria, dari Alexander Agung hingga Banyak Mitos
Pesta Kemenangan Rakyat...
Pesta Kemenangan Rakyat Senegal Juarai Piala Afrika 2021
67 Juta Warga Mesir...
67 Juta Warga Mesir Berhak Berikan Suaranya dalam Pemilihan Presiden Mesir
Berita Terkini
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
29 menit yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
1 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
2 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
3 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
4 jam yang lalu
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
5 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved