Trump: Pemutusan Kesepakatan Nuklir Iran Sangat Mungkin

Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:34 WIB
Trump: Pemutusan Kesepakatan...
Trump: Pemutusan Kesepakatan Nuklir Iran Sangat Mungkin
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa penghentian total kesepakatan nuklir Iran adalah kemungkinan yang sangat nyata. Sementara itu, Teheran mengatakan telah merinci sebuah rencana tindakan jika Washington mundur dari kesepakatan tersebut.

"Kami akan melihat fase kedua. Ini mungkin penghentian total. Itu kemungkinan yang sangat nyata," kata Trump dalam sebuah rapat kabinet sambil membicarakan kesepakatan nuklir Iran seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (17/10/2017).

"Saya bosan dimanfaatkan sebagai sebuah negara. Kita akan lihat apa yang terjadi," kata Trump, menyebut pemimpin Iran negosiator besar yang banyak menegosiasikan kesepakatan mereka sendiri, tapi merupakan kesepakatan mengerikan bagi AS.

Pada hari Jumat, Presiden Trump memilih untuk tidak mengesahkan kesepakatan nuklir 2015, yang tidak secara formal mengakhiri kesepakatan yang diteken oleh pemerintahan Barack Obama sebelumnya dan kekuatan dunia termasuk langkah-langkah Rusia, Prancis, Jerman, Inggris, dan China.

Hal ini mengundang protes dari para penandatangan lainnya. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa dia berharap Kongres AS tidak menempatkan kesepakatan ini dalam bahaya. Ia berbicara atas nama IAEA (Badan Energi Atom Internasional), kanselir Jerman, perdana menteri Inggris, dan presiden Prancis .

Meskipun sertifikasi kesepakatan adalah prosedur terpisah berdasarkan undang-undang AS, namun mewajibkan presiden untuk melaporkan setiap 90 hari mengenai apakah Iran mematuhi dan kesepakatan tersebut tetap berlaku untuk kepentingan AS. Namun, pengumuman Trump telah membuat Kongres mempunyai waktu 60 hari guna memutuskan apakah akan menjatuhkan sanksi lagi, yang sebelumnya diangkat sebagai imbalan untuk menghentikan kegiatan nuklir Teheran.

Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif memperingatkan bahwa penolakan Trump terhadap kesepakatan tersebut hanya akan membahayakan kredibilitas Washington. Ia menambahkan bahwa Teheran tidak akan meninggalkan kesepakatan tersebut, dan juga pihak-pihak lainnya.

Peringatan lain datang dari Ketua Parlemen Iran, Ali Larijani, yang mengatakan bahwa Teheran memiliki "sebuah rencana."

"Kami akan mengambil langkah agar Amerika akan menyesalinya," katanya.
(ian)
Berita Terkait
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Trump Ultimatum Netanyahu:...
Trump Ultimatum Netanyahu: Israel Jangan Serang Iran di Tengah Perundingan Nuklir!
Usai Perang, Iran Tetapkan...
Usai Perang, Iran Tetapkan Syarat Ketat untuk Lanjutkan Perundingan Nuklir
AS Tampar Iran dengan...
AS Tampar Iran dengan Sanksi Baru Tak Lama setelah Perundingan Nuklir
Trump Ancam Iran: Ada...
Trump Ancam Iran: Ada Konsekuensi Sangat Traumatis Jika Perundingan Nuklir Gagal
Berita Terkini
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
26 menit yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
2 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
2 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
3 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
4 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
4 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved