Rudal-rudal Korut Bergerak Diduga untuk Merespons Manuver AS

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:20 WIB
Rudal-rudal Korut Bergerak...
Rudal-rudal Korut Bergerak Diduga untuk Merespons Manuver AS
A A A
SEOUL - Sejumlah peluru kendali (rudal) Korea Utara (Korut) terpantau “bergerak” dari hanggarnya di dekat Pyongyang. Pemindahan senjata-senjata itu diyakini sebagai persiapan Pyongyang untuk merespons manuver militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya di Semenanjung Korea.

Pergerakan rudal-rudal militer rezim Kim Jong-un itu terpantau satelit mata-mata AS pada hari Jumat.

Data satelit itu membuat badan intelijen Amerika dan Korea Selatan bersiap dengan strateginya jika rezim Kim Jong-un benar-benar melakukan provokasi baru.

Pemerintah Seoul awalnya khawatir Pyongyang akan meluncurkan rudal-rudalnya pada 10 Oktober bertepatan dengan ulang tahun Partai Buruh, partai berkuasa di Korut. Namun, kekhawatiran itu tidak terbukti.

Kendati demikian, rasa waswas Korea Selatan belum reda, karena pekan depan China menggelar konferensi ke-19 Partai Komunis. Momen itu dikhawatirkan dimanfaatkan Pyongyang untuk meluncurkan senjatanya meski dalam aksi uji coba.

Citra satelit mata-mata AS menunjukkan bahwa rudal-rudal yang digerakkan atau dipindahkan salah satunya diduga rudal balistik antarbenua (ICBM).

“Korea Utara dapat melakukan peluncuran ICBM dan IRBM (rudal balistik jarak menengah) secara bersamaan dalam beberapa hari sebagai protes terhadap pertunjukan militer AS,” tulis surat kabar Korea Selatan, The Dong-A Ilbo, mengutip sumber militer terkait, Sabtu (14/10/2017).

Baca juga: NATO: Aksi Militer terhadap Korut Miliki Konsekuensi Menghancurkan

Dalam sepekan ini, Washington telah melakukan manuver militer di kawasan Semenanjung Korea dan sekitarnya. Pada Selasa malam lalu, misalnya, dua pesawat pembom supersonik Angkatan Udara AS, B-1B, diterbangkan di atas Semenanjung Korea, meski ada ancaman dari Korea Utara untuk menembak jatuh pesawat Amerika.

Pada keesokan harinya, Rabu, giliran kapal induk bertenaga nuklir AS, USS Ronald Reagan, dan armada tempurnya melakukan latihan gabungan dengan kapal perang Jepang di dekat Semenanjung Korea.

Sebagai tanggapan dari manuver Washington itu, pemerintah Kim Jong-un mengeluarkan ancaman terbaru untuk menyerang Guam, kepualauan di Pasifik yang jadi pangkalan militer Washington.

Kepala Staf Gedung Putih John Kelly mengakui bahwa ada ”kekhawatiran besar” terkait nasib orang-orang Amerika yang tinggal di Guam.

“Saat ini kami pikir ancaman itu bisa diatur. Mari berharap pada kerja diplomasi,” katanya dalam konferensi pers di Gedung Putih, yang dilansir Reuters.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
47 menit yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
1 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
2 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
3 jam yang lalu
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
5 jam yang lalu
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
6 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved