Trump Batal Cabut Kesepakatan Nuklir Iran

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 23:25 WIB
Trump Batal Cabut Kesepakatan...
Trump Batal Cabut Kesepakatan Nuklir Iran
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memilih untuk tidak jadi mencabut kesepakatan nuklir dengan Iran. Namun, ia meminta Kongres untuk memperkuat persyaratannya.

Sekretaris negara AS, Rex Tillerson mengkonfirmasi bahwa kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA akan tetap dipertahankan. Namun secara formal Trump tidak menyetujui kesepakatan tersebut, berdasarkan Undang-Undang Tinjauan Perjanjian Nuklir Iran (INARA), terkait alasan Iran mendapatkan keuntungan dari kesepakatan tersebut lebih dari AS.

"Maksudnya adalah kita akan bertahan di JCPOA, tapi presiden akan menolak kesepakatan itu di bawah INARA," kata Tillerson.

"Jadi, itulah yang diminta oleh presiden - apakah kita memasukkan lebih banyak persyaratan ke dalam kewajiban yang harus dilakukan Iran untuk mendapatkan semua bantuan sanksi dan manfaat yang diterimanya. Atau mari kita lupakan semuanya dan kita akan pergi dan kita akan mulai dari awal," terang Tillerson seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (13/10/2017).

Trump sendiri akan menyampaikan pidato terkait hal ini. Menurut Tillerson, setelah pidato resmi dari Trump, Kongres akan memiliki tiga alternatif. Pertama menjatuhkan kembali sanksi yang diberikan oleh AS dan negara lain yang ditangguhkan berdasarkan JCPOA sebagai imbalan atas penerimaan Iran terhadap pembatasan ketat pada program nuklirnya. Atau Kongres tidak bisa berbuat apa-apa, dan kesepakatan akan terus berfungsi seperti sebelumnya.

Opsi ketiga, yang direkomendasikan oleh pemerintah, adalah menulis ulang undang-undang INARA untuk menetapkan kondisi di mana sanksi AS secara otomatis akan dijatuhkan kembali, dan AS dengan demikian akan meninggalkan JCPOA, tanpa perdebatan lebih lanjut.

"Mari ambil INARA dan ubah INARA untuk menempatkan beberapa titik pemicu yang sangat kuat bahwa jika Iran melintasi titik pemicu ini, sanksi secara otomatis akan kembali ke tempatnya," tegas Tillerson.

Sebelumnya, Trump dikabarkan akan mengumumkan Garda Revolusi Iran atau IRGC sebagai kelompok teroris. Namun Tillerson mengatakan bahwa diputuskan hal itu tidak dapat dilakukan untuk organisasi yang begitu luas, terutama karena pasukan AS dan IRGC menemukan diri mereka berada di dekat Suriah.

"Ada beberapa risiko dan kompleksitas tertentu untuk menunjuk seluruh tentara, sehingga untuk berbicara, tentang sebuah negara di mana hal itu kemudian menempatkan persyaratan tertentu di mana kita bertemu satu sama lain di medan perang yang menurut kita tidak sesuai dan tidak perlu untuk memberikan yang terbaik untuk kepentingan tindakan militer kita," kata Tillerson.

"Jadi sanksinya adalah sekitar mendapatkan struktur pembiayaan itu sendiri dan mendapatkan individu tertentu dan menghukum orang-orang yang mendukung aktivitas semacam ini," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Oman bisa Jadi Penengah...
Oman bisa Jadi Penengah Perundingan Nuklir Baru Iran dan AS
Trump Surati Pemimpin...
Trump Surati Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei, Desak Perundingan Nuklir
Usai Perang, Iran Tetapkan...
Usai Perang, Iran Tetapkan Syarat Ketat untuk Lanjutkan Perundingan Nuklir
AS Tampar Iran dengan...
AS Tampar Iran dengan Sanksi Baru Tak Lama setelah Perundingan Nuklir
Donald Trump: Jika Perundingan...
Donald Trump: Jika Perundingan Gagal, Iran dalam Bahaya Besar!
Trump Ancam Iran: Ada...
Trump Ancam Iran: Ada Konsekuensi Sangat Traumatis Jika Perundingan Nuklir Gagal
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
24 menit yang lalu
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
2 jam yang lalu
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
3 jam yang lalu
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
7 jam yang lalu
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
8 jam yang lalu
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
8 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved