Unggah Video Rohingya, Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicopot

Rabu, 04 Oktober 2017 - 23:49 WIB
Unggah Video Rohingya,...
Unggah Video Rohingya, Gelar Ratu Kecantikan Myanmar Dicopot
A A A
YANGON - Gelar ratu kecantikan Myanmar dicopot setelah dia mengunggah video grafis berisi tuduhan bahwa militan Rohingya penyebab kekerasan komunal di negara bagian Rakhine. Video itu menunjukkan gambar wajah berdarah dan bayi-bayi telanjang Rohingya yang menderita dalam krisis di Rakhine.

Video diunggah di akun Facebook Miss Grand Myanmar Shwe Eain Si pada minggu lalu. Video itu sebelumnya dipublikasikan kelompok Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA).

Shwe, dalam video berbicara tentang krisis Rohingya, di selingi gambar-gambar penderitaan kelompok minoritas tersebut. Dia menuduh ARSA telah memimpin sebuah ”kampanye media” untuk mengelabui dunia agar berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang tertindas.

Kekerasan terbaru pecah di Rakhine sejak 25 Agustus 2017 yang dimulai dengan serangan ARSA terhadap puluhan pos polisi yang menewaskan 12 petugas. Serangan itulah yang memicu operasi militer brutal terhadap desa-desa yang dihuni warga sipil Rohingya di Rakhine, di mana ratusan orang tewas dan ratusan ribu orang lainnya eksodus ke Bangladesh.

Tentara Myanmar disalahkan masyarakat internasional karena dianggap melakukan tindakan pembersihan etnis Rohingya. Namun, Myanmar dalam sidang Majelis Umum PBB di New York menyangkal adanya pembersihan etnis atau pun genosida terhadap etnis muslim Rohingya.

Pada hari Minggu (1/10/2017, firma penyelenggara kontes ratu kecantikan mengumumkan Shwe Eain Si telah kehilangan gelarnya karena melanggar peraturan kontrak. Melalui pernyataan, penyelenggara kontes itu tidak menyebut video krisis Rohingya sebagai penyabab utama.

Namun dalam sebuah respons balasan yang di-posting di Facebook pada hari Selasa, Shwe Eain Si mengatakan bahwa tuduhan penyelenggara tidak beralasan. Dia yakin pencopotan gelar terkait dengan komentarnya terhadap krisis Rohingya.

“Dia gagal memproyeksikan citra layak kontestan kontes,” bunyi pernyataan penyelenggara Miss Grand Myanmar, yang dilansir AFP, Rabu (4/10/2017).

”Ya, Shwe Eain Si membuat video tentang teror yang dibawa oleh militan ARSA di negara bagian Rakhine, tapi itu tidak memenuhi syarat sebagai kegagalan untuk memproyeksikan gambar seorang kontestan kontes yang layak,” lanjut pernyataan penyelenggara.
(mas)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
1 jam yang lalu
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
1 jam yang lalu
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
2 jam yang lalu
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
3 jam yang lalu
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
4 jam yang lalu
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
5 jam yang lalu
Infografis
Perjalanan Karier Mpok...
Perjalanan Karier Mpok Alpa, dari Video Viral hingga Jadi Presenter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved