PBB Temukan Bukti Kekerasan Seksual pada Pengungsi Rohingya

Minggu, 24 September 2017 - 17:16 WIB
PBB Temukan Bukti Kekerasan...
PBB Temukan Bukti Kekerasan Seksual pada Pengungsi Rohingya
A A A
DHAKA - Dokter dan petugas kesehatan PBB yang merawat sejumlah pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri ke Bangladesh dari Myanmar dalam beberapa pekan terakhir menuturkan, mereka menemukan bukti adanya kekersan seksual terhadap wanita Rohingya.
"Kami telah melihat puluhan wanita dengan luka-luka yang sesuai dengan serangan seksual dengan kekerasan," kata dokter dan petugas kesehatan PBB yang bertugas di Bangladesh, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (24/9).
Petugas kesehatan dan perlindungan di distrik Cox's Bazar di Bangladesh, di mana terdapat kamp pengungsi Rohingya, mengatakan bahwa mereka telah merawat lebih dari 25 korban pemerkosaan sejak akhir Agustus.
Petugas medis mengatakan bahwa mereka tidak berusaha untuk menetapkan secara pasti apa yang terjadi pada pasien mereka, namun telah melihat pola yang pasti atas kekerasan seksual, di mana para wanita etnis Rohingya menuturkan tentara Myanmar adalah pelakunya.
Sejatinya sangat jarang dokter dan agen bantuan PBB untuk berbicara tentang pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh angkatan bersenjata negara bagian, mengingat kepekaan masalah tersebut.
Laporan petugas medis, yang didukung beberapa kasus melalui catatan medis organisasi kemanusiaan lainnya, memberi bobot pada tuduhan berulang, mulai dari penganiayaan hingga pemerkosaan geng, terhadap wanita Rohingya oleh tentara Myanmar.
Pejabat Myanmar sebagian besar telah menolak tuduhan tersebut, dan menyebutnya propaganda militan yang dirancang untuk mencemarkan nama baik militer Myanmar, yang menurut mereka terlibat dalam operasi kontra pemberontakan yang sah dan di bawah perintah untuk melindungi warga sipil.
Terkait dengan pengungsi Rohingya, berdasarkan data PBB sejuah ini sudah 429 ribu orang etnis Rohingya yang melarikan diri ke wilayah Bangladesh sejak kekerasan meletus di Rakhine pada akhir Agustus lalu.
(esn)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
1 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
1 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
3 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
4 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
5 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
6 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved