Heroik, PM Bangladesh Sanggupi Beri Makan Semua Pengungsi Rohingya

Kamis, 14 September 2017 - 05:28 WIB
Heroik, PM Bangladesh...
Heroik, PM Bangladesh Sanggupi Beri Makan Semua Pengungsi Rohingya
A A A
DHAKA - Perdana Menteri Bangladesh, Sheikh Hasina, mengumumkan bahwa negaranya tidak akan menolak 700 ribu pengungsi Rohingya. Bangladesh, salah satu negara termiskin di dunia, telah melihat arus masuk cukup besar dari orang-orang Rohingya yang mendekati angka 370 ribu.

"Kami memiliki kemampuan untuk memberi makan 160 juta orang di Bangladesh dan kami memiliki cukup ketahanan pangan untuk memberi makan 700 ribu pengungsi," kata Perdana Menteri setelah mengunjungi Kamp Pengungsi Kutupalong di Ukhiya, Cox's Bazar, seperti dikutip dari Sputnik, Kamis (14/8/2017).

"Kami telah membiarkan orang Rohingya dalam krisis kemanusiaan dan saya meminta masyarakat negara ini untuk membantu meringankan penderitaan mereka dengan cara apa pun yang mereka bisa," imbuhnya sambil mendistribusikan bantuan saat mengunjungi berbagai kamp pengungsi.

Ia pun meminta masyarakan internasional untuk memberi tekanan pada pemerintah Myanmar agar mengambil kembali Rohingya yang merupakan warganegaranya.

"Bangladesh ingin menjaga perdamaian dan hubungan baik dengan negara-negara tetangganya, namun tidak dapat menerima tindakan tidak adil dari pemerintah Myanmar. Kami akan melakukan semua yang kami bisa untuk meringankan penderitaan para pengungsi Rohingya,"ujarnya.

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Zeid Ra'ad Al Hussein juga mengungkapkan ketidaksetujuannya yang kuat atas tindakan pemerintah Myanmar terhadap orang-orang Rohingya.

"Karena Myanmar telah menolak akses terhadap penyelidik hak asasi manusia, situasi saat ini belum dapat dinilai sepenuhnya. Namun, situasinya tampaknya merupakan contoh buku teks tentang pembersihan etnis," kata Hussein dalam sebuah pernyataan Senin.

Sejak sebuah kelompok militan Rohingya menyerang pos-pos militer pada 25 Agustus, yang menewaskan sekitar belasan orang, militer pemerintah telah menanggapi dengan kasar. Menurut Hussein tentara Myanmar menggelar operasi yang jelas tidak proporsional dan tanpa memperhatikan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.

Sebagai tambahan, Aung San Suu Kyi, yang dikenal secara luas sebagai pemimpin de facto Myanmar telah banyak dikritik karena tidak membela orang Rohingya. Suu Kyi adalah peraih Nobel Perdamaian pada tahun 1991 karena perjuangan kerasnya melawan demokrasi dan hak asasi manusia.
(ian)
Berita Terkait
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Kebakaran Besar Hancurkan...
Kebakaran Besar Hancurkan Kamp Pengungsi Rohingya di Bangladesh
Pejabat Bangladesh Selidiki...
Pejabat Bangladesh Selidiki Penyebab Kebakaran di Kamp Rohingya
Setelah 113 Hari Hanyut...
Setelah 113 Hari Hanyut di Laut, Perahu Pengungsi Rohingya Mendarat di Aceh
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Berita Terkini
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
25 menit yang lalu
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
1 jam yang lalu
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
2 jam yang lalu
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
3 jam yang lalu
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
3 jam yang lalu
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Gen Z Nepal...
7 Alasan Gen Z Nepal Turun ke Jalan, Paksa PM KP Sharma Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved