Militan Pro ISIS Filipina Rayu Calon Anggota Baru dengan Uang
Minggu, 10 September 2017 - 14:58 WIB
Militan Pro ISIS Filipina Rayu Calon Anggota Baru dengan Uang
A
A
A
MANILA - Militer Filipina mengatakan bahwa militan pro ISIS menggunakan uang tunai untuk menarik anggota baru bergabung. Lebih dari 100 hari Militan pro ISIS masih bercokol di kota Marawi meski digempur dari darat dan udara oleh militer Filipina.
Petinggi militer Filipina, Kolonenl Romeo Brawner mengatakan, perampasan "seikat uang" dari seseorang yang berusaha masuk zona perang mendukung laporan militan Maute membayar anggota untuk bergabung.
"Kami telah menerima beberapa laporan tentang orang-orang yang dibayar tunai untuk bergabung dengan kelompok teroris Maute dan juga untuk mendukung mereka dalam bentuk apapun," kata Brawner.
"Misalnya, ada yang dibayar untuk kapal mereka. Perahu mereka disewa sehingga bisa membawa bala bantuan," tambahnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/9/2017).
Sementara itu Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa militan yang meletakkan senjata dan menyerah akan diberi pengadilan yang adil.
"Kami akan mencobanya, memberi mereka proses hukum, memberi mereka pengacara dan tidak akan ada penindasan, pelecehan atau apapun," kata Duterte.
"Tidak ada kekerasan yang akan ditimpakan kepada mereka jika mereka menyerah, tidak seperti itu. Saya tidak akan membiarkannya. Begitulah cara saya memperlakukan orang, bahkan jika mereka adalah penjahat," tukasnya.
Awal pekan ini, pejabat militer mengatakan bahwa mereka telah membunuh lebih dari 600 gerilyawan Maute dan 11 pejuang asing dalam pertempuran yang sedang berlangsung untuk kota tersebut. Pertempuran di wilayah Maute menyebabkan penerapan darurat militer untuk seluruh wilayah Mindanao.
Sekitar 150 tentara Filipina terbunuh dalam pertempuran tersebut, sementara ribuan orang mengungsi.
Petinggi militer Filipina, Kolonenl Romeo Brawner mengatakan, perampasan "seikat uang" dari seseorang yang berusaha masuk zona perang mendukung laporan militan Maute membayar anggota untuk bergabung.
"Kami telah menerima beberapa laporan tentang orang-orang yang dibayar tunai untuk bergabung dengan kelompok teroris Maute dan juga untuk mendukung mereka dalam bentuk apapun," kata Brawner.
"Misalnya, ada yang dibayar untuk kapal mereka. Perahu mereka disewa sehingga bisa membawa bala bantuan," tambahnya seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (10/9/2017).
Sementara itu Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa militan yang meletakkan senjata dan menyerah akan diberi pengadilan yang adil.
"Kami akan mencobanya, memberi mereka proses hukum, memberi mereka pengacara dan tidak akan ada penindasan, pelecehan atau apapun," kata Duterte.
"Tidak ada kekerasan yang akan ditimpakan kepada mereka jika mereka menyerah, tidak seperti itu. Saya tidak akan membiarkannya. Begitulah cara saya memperlakukan orang, bahkan jika mereka adalah penjahat," tukasnya.
Awal pekan ini, pejabat militer mengatakan bahwa mereka telah membunuh lebih dari 600 gerilyawan Maute dan 11 pejuang asing dalam pertempuran yang sedang berlangsung untuk kota tersebut. Pertempuran di wilayah Maute menyebabkan penerapan darurat militer untuk seluruh wilayah Mindanao.
Sekitar 150 tentara Filipina terbunuh dalam pertempuran tersebut, sementara ribuan orang mengungsi.
(ian)