Pangeran Saudi Gelar Pertemuan Rahasia dengan Pejabat Israel

Minggu, 10 September 2017 - 13:11 WIB
Pangeran Saudi Gelar...
Pangeran Saudi Gelar Pertemuan Rahasia dengan Pejabat Israel
A A A
TEL AVIV - Seorang pangeran Arab Saudi menyambangi Tel Aviv untuk mengadakan pertemuan rahasia dengan pejabat senior Israel dalam beberapa hari terakhi. Demikian laporan radioa Voice of Israel.

Pangeran Kerajaan Saudi yang tidak dikenal tersebut mendiskusikan prospek untuk mendorong perdamaian regional ke depan, stasiun tersebut melaporkan pada hari Rabu lalu.

"Seorang emir dari istana kerajaan Saudi mengunjungi Israel secara diam-diam dalam beberapa hari ini dan berdiskusi dengan pejabat senior Israel tentang gagasan untuk memajukan perdamaian regional," stasiun tersebut melaporkan.

"Baik Kantor Perdana Menteri maupun Kementerian Luar Negeri menolak berkomentar mengenai masalah ini," tambahnya seperti dikutip dari Al Araby, Minggu (10/9/2017).

Berita tersebut muncul saat perdana menteri Israel mengkonfirmasi bahwa negara tersebut menikmati hubungan terhebat dengan dunia Arab, bahkan tanpa kesepakatan damai dengan Palestina.

Benyamin Netanyahu berbicara kepada pejabat Kementerian Luar Negeri menjelang tahun baru Yahudi, dengan mengatakan bahwa tingkat hubungan belum sepenuhnya diumumkan. Dia mengatakan bahwa ruang lingkup mereka lebih besar daripada periode lain dalam sejarah Israel.

Baca juga:
Netanyahu: Israel Nikmati Kerja Sama Terbesar dengan Negara-negara Arab
https://international.sindonews.com/read/1237371/43/netanyahu-israel-nikmati-kerja-sama-terbesar-dengan-negara-negara-arab-1504742283

Israel memiliki perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania. Dalam beberapa tahun terakhir ini telah berkembang lebih dekat ke negara-negara Sunni karena kekhawatiran bersama tentang pengaruh Iran yang semakin meningkat di wilayah ini.

Pekan lalu, kedutaan Israel di Kairo melanjutkan beberapa layanan setelah beberapa staf diplomatik kembali ke Mesir setelah penutupan delapan bulan.

Hubungan Yordania dengan Israel berubah jadi tegang pada bulan Juli, setelah seorang penjaga kedutaan di Amman menembak mati dua orang Yordania. Aksi Protes pun menyusul menuntut penutupan kedutaan.

Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya ragu untuk menormalkan hubungan sebelum sebuah resolusi terhadap konflik Israel-Palestina.

Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jared Kushner, telah dituntut membantu memulai kembali negosiasi Israel-Palestina yang telah dibekukan sejak perundingan ambruk pada 2014, namun sejauh ini telah membuat sedikit kemajuan.

Netanyahu telah mempromosikan hubungan internasional Israel yang membaik di bawah pemerintahannya. Minggu depan dia melakukan kunjungan pertama ke Amerika Selatan.
(ian)
Berita Terkait
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Dubes AS Ini Setuju...
Dubes AS Ini Setuju jika Israel Mencaplok Arab Saudi dan Mesir, Ini 3 Alasannya
Arab Saudi: Israel Merampok...
Arab Saudi: Israel Merampok Hak-hak Paling Dasar Rakyat Palestina!
Pertama Kalinya, Penerbangan...
Pertama Kalinya, Penerbangan ke Israel Lewat Langit Arab Saudi
Bolehkah Orang Israel...
Bolehkah Orang Israel Berkunjung ke Arab Saudi?
Pangeran Arab Saudi...
Pangeran Arab Saudi Serukan Negara Barat Jatuhkan Sanksi kepada Israel
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
6 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
7 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
8 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
9 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
10 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
11 jam yang lalu
Infografis
Daftar Pejabat Amerika...
Daftar Pejabat Amerika Serikat yang Dilantik dengan Al-Quran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved