PBB Desak Saudi Berhenti Serang Yaman
Selasa, 05 September 2017 - 20:17 WIB
PBB Desak Saudi Berhenti Serang Yaman
A
A
A
RIYADH - PBB mendesak Arab Saudi, sebagai pemimpin koalisi Arab di Yaman untuk berhenti melakukan serangan di negara itu. Bukan hanya itu, PBB juga meminta Saudi untuk mengalihan dana perang ke dana kemanusiaan, untuk membantu masyarakat Yaman.
"Arab Saudi harus mendanai 100 persen kebutuhan krisis kemanusiaan di Yaman. Entah menghentikan perang atau mendanai krisis. Opsi ketiga adalah, lakukan keduanya," ucap David Beasley, direktur eksekutif Program Pangan Dunia, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (5/9).
Dia kemudian mengeluhkan susahnya mendapatkan akses untuk memasuki Yaman, untuk bisa menyalurkan bantuan. Seperti diketahui, dengan bantuan dari kapal-kapal Amerika Serikat (AS), Arab Saudi telah memberlakukan blokade laut, dan juga menutup bandara-bandara utama, dalam upaya untuk mengatasi keseimbangan dalam kebuntuan antara pemerintah yang digulingkan yang didukungnya, dan pemberontak Houthi.
Menurut sebuah pernyataan bersama dari beberapa badan PBB di bulan Juli, 60 persen dari 27 juta orang di Yaman mengalami kekurangan pangan, sementara dua juta anak-anak kekurangan gizi akut. Yang paling bermasalah adalah kontrol atas pelabuhan Hodeidah, yang sebelumnya bertanggung jawab atas 80 persen dari semua impor makanan ke negara yang kekurangan air.
"Kami mengalami masalah dengan akses. Orang-orang Saudi telah menciptakan komplikasi serius bagi kami karena pelabuhan tersebut diblokir sampai tingkat tertentu, dan penghancuran derek di pelabuhan Hodeidah, yang telah mengurangi kapasitas kami untuk membawa makanan masuk," ucapnya.
"Arab Saudi harus mendanai 100 persen kebutuhan krisis kemanusiaan di Yaman. Entah menghentikan perang atau mendanai krisis. Opsi ketiga adalah, lakukan keduanya," ucap David Beasley, direktur eksekutif Program Pangan Dunia, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (5/9).
Dia kemudian mengeluhkan susahnya mendapatkan akses untuk memasuki Yaman, untuk bisa menyalurkan bantuan. Seperti diketahui, dengan bantuan dari kapal-kapal Amerika Serikat (AS), Arab Saudi telah memberlakukan blokade laut, dan juga menutup bandara-bandara utama, dalam upaya untuk mengatasi keseimbangan dalam kebuntuan antara pemerintah yang digulingkan yang didukungnya, dan pemberontak Houthi.
Menurut sebuah pernyataan bersama dari beberapa badan PBB di bulan Juli, 60 persen dari 27 juta orang di Yaman mengalami kekurangan pangan, sementara dua juta anak-anak kekurangan gizi akut. Yang paling bermasalah adalah kontrol atas pelabuhan Hodeidah, yang sebelumnya bertanggung jawab atas 80 persen dari semua impor makanan ke negara yang kekurangan air.
"Kami mengalami masalah dengan akses. Orang-orang Saudi telah menciptakan komplikasi serius bagi kami karena pelabuhan tersebut diblokir sampai tingkat tertentu, dan penghancuran derek di pelabuhan Hodeidah, yang telah mengurangi kapasitas kami untuk membawa makanan masuk," ucapnya.
(esn)