Pakistan Mengaku Khawatir dengan Perkembangan di Rakhine

Senin, 04 September 2017 - 16:25 WIB
Pakistan Mengaku Khawatir...
Pakistan Mengaku Khawatir dengan Perkembangan di Rakhine
A A A
ISLAMABAD - Pakistan mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas meningkatnya jumlah kematian dan pemindahan paksa Muslim Rohingya. Islamabad menyebut ini sebagai sumber keprihatinan dan kesedihan serius di tengah suasana Idul Adha.

"Pakistan mendesak pihak berwenang di Myanmar untuk menyelidiki laporan pembantaian, meminta pertanggungjawaban tersebut, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak-hak Muslim Rohingya," kata Kementerian Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (4/9).

"Sejalan dengan posisi konsisten melindungi hak-hak minoritas Muslim di seluruh dunia, pernyataan tersebut mengatakan, Pakistan akan bekerja sama dengan masyarakat internasional, khususnya Organisasi Kerjasama Islam (OKI), untuk mengungkapkan solidaritas dengan Muslim Rohingya dan kepada bekerja untuk menjaga hak-hak mereka," sambungnya.

Sebelumnya, aktivis HAM Rohingya mengungkap bahwa sekitar 1.000 warga Rohingya, terutama warga sipil, telah dibantai tentara Myanmar. Sementara itu, pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi semakin tersudut, di mana para pemimpin sejumlah negara menekannya untuk menghentikan kekerasan di negara bagian Rakhine.

Pengungkapan data baru oleh aktivis untuk menyangkal klaim militer yang hanya mengakui bahwa 399 orang tewas dalam konflik terbaru di Rakhine.

”Ada 1.000 orang Rohingya yang dikonfirmasi yang telah dibunuh oleh tentara Burma (Myanmar) dan jumlah korban tewas tersebut mungkin jauh lebih tinggi. Militer membakar banyak desa. Mereka melempar anak-anak ke dalam api,” kata Tun Khin, Presiden Organisasi Rohingya Burma.

Laporan korban sipil didukung oleh petugas bantuan di Bangladesh yang mengatakan kepada AP bahwa lebih dari 50 pengungsi telah tiba dengan luka tembak. Banyak juga yang menderita penyakit pernafasan dan kekurangan gizi.
(esn)
Berita Terkait
Indonesia Kirimkan Bantuan...
Indonesia Kirimkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Pakistan
Ledakan Bom Bunuh Diri...
Ledakan Bom Bunuh Diri Dekat Pos Pemeriksaan Keamanan di Pakistan Barat
Buntut Kecelakaan Pesawat...
Buntut Kecelakaan Pesawat PIA, Pakistan Larang Terbang 262 Pilot
Gagal di Medan Perang,...
Gagal di Medan Perang, Pakistan Tuding India Dalangi Serangan Teror yang Tewaskan 5 Orang
Airbus Mulai Selidiki...
Airbus Mulai Selidiki Kecelakaan Pesawat di Pakistan
Korban Selamat Pesawat...
Korban Selamat Pesawat PIA: Yang Saya Lihat Hanya Api
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
1 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
2 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
3 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
4 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
5 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved