Sekjen PBB Meminta Bangladesh Buka Perbatasan untuk Rohingnya
Selasa, 29 Agustus 2017 - 17:45 WIB
Sekjen PBB Meminta Bangladesh Buka Perbatasan untuk Rohingnya
A
A
A
NEW YORK - Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Gutters, Stephane Dujarric, menyatakan Guterres sangat mengutuk kekerasan di negara bagian Rakhine di Myanmar. Gutteres kemudian meminta pemerintah Bangladesh untuk terus menerima orang-orang Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan.
"Sekretaris Jenderal sangat prihatin dengan laporan warga sipil yang tewas dalam operasi keamanan di Negara Bagian Rakhine," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (29/8).
"Menyadari bahwa Bangladesh telah dengan murah hati menjamu pengungsi dari Myanmar selama beberapa dekade, Sekretaris Jenderal meminta pihak berwenang untuk terus mengizinkan Rohingya melarikan diri dari kekerasan untuk mencari keamanan di Bangladesh," sambungnya.
Guterres, menurut Dujaric kembali mengulangi pentingnya menangani akar penyebab kekerasan, dan menekankan tanggung jawab untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan memastikan keamanan warga Rohingnya terletak pada Pemerintah Myanmar.
Rakhine sering mengalami bentrokan antara Muslim Myanmar dan Budha. Konflik tersebut berkobar pada tahun 2012 dengan serangkaian kerusuhan, ditambah eskalasi lainnya yang dimulai tahun lalu.
"Sekretaris Jenderal sangat prihatin dengan laporan warga sipil yang tewas dalam operasi keamanan di Negara Bagian Rakhine," kata Dujarric dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (29/8).
"Menyadari bahwa Bangladesh telah dengan murah hati menjamu pengungsi dari Myanmar selama beberapa dekade, Sekretaris Jenderal meminta pihak berwenang untuk terus mengizinkan Rohingya melarikan diri dari kekerasan untuk mencari keamanan di Bangladesh," sambungnya.
Guterres, menurut Dujaric kembali mengulangi pentingnya menangani akar penyebab kekerasan, dan menekankan tanggung jawab untuk membantu orang-orang yang membutuhkan dan memastikan keamanan warga Rohingnya terletak pada Pemerintah Myanmar.
Rakhine sering mengalami bentrokan antara Muslim Myanmar dan Budha. Konflik tersebut berkobar pada tahun 2012 dengan serangkaian kerusuhan, ditambah eskalasi lainnya yang dimulai tahun lalu.
(esn)