Marah dengan Kondisi Kerja Suami, Istri Tentara Prancis Berdemo

Minggu, 27 Agustus 2017 - 14:24 WIB
Marah dengan Kondisi...
Marah dengan Kondisi Kerja Suami, Istri Tentara Prancis Berdemo
A A A
PARIS - Ratusan istri dari tentara Prancis menggelar aksi demonstrasi di Paris. Mereka mengecam kondisi kerja yang menyedihkan dalam dinas ketentaraan. Aksi protes tersebut dilakukkan oleh grup Angry Soldiers' Wives yang memiliki hampir 5.200 anggota.

Mercedes Crepin, yang membantu mengorganisir demonstrasi, mengatakan beberapa tentara anti-teror yang bertugas ditempatkan di hanggar lembab yang dipenuhi kecoak dan kutu.

Laporan Le Figaro menyebut sekitar 500 orang diperkirakan mengikuti aksi demonstrasi tersebut.

Setelah serangan ISIS terhadap majalah satir Charlie Hebdo pada Januari 2015, pemerintah Prancis mengerahkan lebih dari 7.000 tentara untuk menjaga tempat dan acara publik yang menonjol.

Situs berita Prancis melaporkan pada hari Sabtu bahwa satu tentara yang terkait dengan operasi tersebut telah menembak dirinya sendiri pada Jumat malam.

Istri militer memiliki beberapa kekhawatiran di antaranya, kurangnya dukungan untuk keluarga tentara yang menderita gangguan stres pasca trauma (PTSD).

"Kami merasa benar-benar tidak berdaya, kami tidak tahu bagaimana mengatasi kondisi tersebut, bagaimana mendukung orang-orang kami," kata Crepin, yang suaminya memiliki PTSD setelah bertugas di Afghanistan.

"Kami ingin menunjukkan ketidaknyamanan, kegelisahan dan kemarahan kami," katanya seperti disitat dari BBC, Minggu (27/8/2017).

Crepin juga meninyinggung soal nasib janda tentara. Ia mengatakan beberapa dari mereka diwajibkan meninggalkan rumah dinas militer dalam waktu dua sampai tiga bulan setelah kehilangan suami mereka. Mereka hanya mendapat sedikit bantuan dari tentara.

Sistem gaji tentara merupakan sumber keluhan lebih lanjut. Sistem tersebut dilaporkan telah membuat keluarga terlilit hutang setelah para tentara keliru mendapatkan uang lebih mereka, mereka pun diharuskan untuk mengembalikannya.

Demo yang dilakukan Angry Soldiers' Wives mengikuti sebuah demonstrasi oleh kelompok serupa, Angry Police Wives, pada akhir April lalu.

Istri dan mitra petugas polisi turun ke jalan-jalan di Paris untuk melakukan demonstrasi setelah membunuh seorang perwira di Champs Elysees. Tindakan mereka mengecam kekerasan anti-polisi terjadi dua hari setelah petugas Xavier Jugele ditembak mati.
(ian)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
11 menit yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
53 menit yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
1 jam yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
2 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jam...
10 Negara dengan Jam Kerja Terpendek di Dunia, Suriah Paling Singkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved