Pemerintah Myanmar Evakuasi Ribuan Penduduk dari Rakhine

Minggu, 27 Agustus 2017 - 13:48 WIB
Pemerintah Myanmar Evakuasi...
Pemerintah Myanmar Evakuasi Ribuan Penduduk dari Rakhine
A A A
YANGON - Pemerintah Myanmar telah mengevakuasi 4.000 penduduk desa non-Muslim di tengah bentrokan yang sedang berlangsung di negara bagian Rakhine di barat laut. Sementara ribuan Muslim Rohingya melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Menteri kesejahteraan sosial, bantuan dan pemukiman Myanmar, Win Myat Aye mengatakan, 4.000 penduduk desa yang telah meninggalkan desa mereka telah dievakuasi, merujuk pada penduduk non-Muslim di wilayah tersebut.

Kementerian tersebut mengatur fasilitas untuk non-Muslim di tempat-tempat seperti vihara-vihara, kantor pemerintah dan kantor polisi setempat di kota-kota besar.

"Kami menyediakan makanan untuk orang-orang yang bekerja sama dengan pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah," kata Win Myat Aye seperti disitir dari Reuters, Minggu (27/8/2017).

Namun, Win Myat Aye tidak dapat menggambarkan rencana pemerintah untuk membantu warga sipil Rohingya.

"Sangat sulit untuk mengatakan - ini adalah situasi konflik sehingga sangat sulit untuk mengatakan siapa yang benar atau salah," katanya beralasan.

Warga Rakhine yang panik di kota-kota etnis campuran atau non-Muslim telah menyiapkan pisau dan tongkat untuk membela diri. Banyak yang tertahan di desa mereka yang berada di daerah berpenduduk mayoritas Muslim saat bentrokan berlanjut dan beberapa jalan telah dipsangi ranjau, kata penduduk.

"Bentrokan terus berlanjut sepanjang hari kemarin di jalan utama, ada banyak ranjau darat. Saya tidak berpikir pemerintah daerah memiliki cukup makanan untuk semua orang. Harga komoditas naik dari hari ke hari," terang seorang wartawan lokal dari kota Maungdaw.

Korban tewas akibat kekerasan yang meletus pada hari Jumat dengan serangan terkoordinasi oleh gerilyawan Rohingya telah meningkat menjadi 98, termasuk sekitar 80 gerilyawan dan 12 anggota pasukan keamanan. Bentrokan tersebut, yang terburuk sejak Oktober lalu, telah mendorong pemerintah untuk mengevakuasi staf dan ribuan penduduk desa non-Muslim dari daerah tersebut.

Serangan tersebut menandai peningkatan dramatis konflik yang telah merebak di kawasan ini sejak Oktober lalu. Kala itu militan Rohingya melakukan serangan serupa namun jauh lebih kecil. Serangan ini mendorong sebuah operasi militer brutal yang memunculkan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia yang serius.

Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh sejak awal 1990-an. Sekarang ada sekitar 400.000 orang di negara tersebut, di mana mereka menjadi sumber ketegangan antara kedua negara yang menganggap keduanya sebagai warga negara lain.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Berita Terkini
Tembak Jatuh Helkopter...
Tembak Jatuh Helkopter Apache AS, Ini Pesan yang Hendak Disampaikan Iran
1 jam yang lalu
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
2 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
3 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
4 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
8 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
9 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved