China Sentil Salah AS soal Taiwan, Korea dan Laut China Selatan
Kamis, 17 Agustus 2017 - 15:04 WIB
China Sentil Salah AS soal Taiwan, Korea dan Laut China Selatan
A
A
A
BEIJING - Militer China mengusik tindakan “salah” Amerika Serikat (AS) soal Taiwan, patroli di Laut China Selatan dan pengerahan sistem anti-rudal canggih THAAD di Korea Selatan (Korsel).
Tindakan-tindakan Washington itu dianggap bisa berdampak negatif terhadap kepercayaan militer antara AS dan China. Kritik Beijing itu disampaikan Wakil Komisi Militer Pusat China, Fan Changlong, Kamis (17/8/2017).
Kritik tersebut disampaikan Fan kepada Kepala Staf Gabungan Militer AS, Joseph Dunford.
”Tapi tindakan yang salah pada masalah Taiwan, pengerahan sistem THAAD di sekitar China, aktivitas kapal-kapal dan pesawat terbang AS di Laut China Selatan, dan pengintaian laut udara oleh AS di dekat China, memiliki dampak negatif yang besar. Pengaruh pada hubungan militer bilateral dan kepercayaan (militer kedua pihak),” kata Fan, seperti dilansir Reuters.
THAAD adalah sistem pertahanan anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense AS yang telah ditempatkan di Korea Selatan dengan dalih melawan serangan rudal Korea Utara.
China menyatakan, sistem anti-rudal tersebut mempengaruhi keamanan China dan tidak akan meredam ketegangan dengan Korea Utara.
Fan melanjutkan, China bersedia bekerja sama dengan AS untuk menemukan lebih banyak potensi kerja sama, menangani perselisihan dan masalah sensitif dengan tepat, serta memastikan kerja sama militer menjadi kekuatan positif dalam hubungan kedua pihak.
Beijing dan Washington saat ini tecatat sebagai dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Namun, kedua negara kerap berselisih dalam beberapa isu, seperti krisis Laut China Selatan dan serangan siber.
China juga marah dengan pasokan senjata Washington untuk Taiwan. Beijing masih menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya yang membangkang dan tidak mengakuinya sebagai negara.
Tindakan-tindakan Washington itu dianggap bisa berdampak negatif terhadap kepercayaan militer antara AS dan China. Kritik Beijing itu disampaikan Wakil Komisi Militer Pusat China, Fan Changlong, Kamis (17/8/2017).
Kritik tersebut disampaikan Fan kepada Kepala Staf Gabungan Militer AS, Joseph Dunford.
”Tapi tindakan yang salah pada masalah Taiwan, pengerahan sistem THAAD di sekitar China, aktivitas kapal-kapal dan pesawat terbang AS di Laut China Selatan, dan pengintaian laut udara oleh AS di dekat China, memiliki dampak negatif yang besar. Pengaruh pada hubungan militer bilateral dan kepercayaan (militer kedua pihak),” kata Fan, seperti dilansir Reuters.
THAAD adalah sistem pertahanan anti-rudal Terminal High Altitude Area Defense AS yang telah ditempatkan di Korea Selatan dengan dalih melawan serangan rudal Korea Utara.
China menyatakan, sistem anti-rudal tersebut mempengaruhi keamanan China dan tidak akan meredam ketegangan dengan Korea Utara.
Fan melanjutkan, China bersedia bekerja sama dengan AS untuk menemukan lebih banyak potensi kerja sama, menangani perselisihan dan masalah sensitif dengan tepat, serta memastikan kerja sama militer menjadi kekuatan positif dalam hubungan kedua pihak.
Beijing dan Washington saat ini tecatat sebagai dua kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Namun, kedua negara kerap berselisih dalam beberapa isu, seperti krisis Laut China Selatan dan serangan siber.
China juga marah dengan pasokan senjata Washington untuk Taiwan. Beijing masih menganggap Taiwan sebagai salah satu provinsinya yang membangkang dan tidak mengakuinya sebagai negara.
(mas)