Serangan Udara AS Tewaskan Komandan Senior ISIS di Afghanistan

Minggu, 13 Agustus 2017 - 15:57 WIB
Serangan Udara AS Tewaskan...
Serangan Udara AS Tewaskan Komandan Senior ISIS di Afghanistan
A A A
KABUL - Beberapa anggota senior kelompok afiliasi ISIS di Asia Tengah terbunuh dalam serangan udara Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Demikian pernyataan sejumlah pejabat militer AS.

Menurut sebuah pernyataan dari komando di Kabul, serangan yang terjadi pada Kamis lalu itu menewaskan Abdul Rahman. Raham diidentifikasi oleh militer AS sebagai emir ISIS-Khorasan untuk provinsi Kunar.

"Kematian Abdul Rahman menimbulkan pukulan lain bagi pimpinan senior ISIS-Khorasan," kata Jenderal John Nicholson, komandan senior AS di Afghanistan dilansir dari Reuters, Minggu (13/8/2017).

Tiga anggota senior ISIS-Khorasan lainnya termasuk di antara mereka yang tewas dalam serangan di provinsi Kunar timur itu. Nicholson telah berjanji untuk mengalahkan militan Islam di Afghanistan tahun ini.

Emir kelompok tersebut, Abu Sayed, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan di markas besarnya di Kunar pada bulan Juli lalu. Ia menjadi emir ISIS ketiga di Afghanistan yang terbunuh sejak Juli 2016.

Pada bulan April, Nicholson mengerahkan bom "Massive Ordnance Air Blast", atau Ibu Segala Bom, seberat 21.600 pon (9.797 kg) terhadap posisi ISIS di provinsi Nangarhar. Itu salah satu senjata konvensional terbesar yang pernah digunakan oleh AS dalam pertempuran.

Pada hari Sabtu, pejabat Afghanistan mengatakan bahwa sebanyak 16 warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, telah terbunuh oleh serangan udara AS di Nangarhar. Namun pejabat Amerika mengatakan hanya militan yang terbunuh dalam serangan tersebut.

Baca juga:
Serangan Udara AS di Afghanistan Tewaskan 10 Warga Sipil

Militer AS Bantah Serangan Udaranya Bunuh Warga Sipil Afghanistan

Sebagai bagian dari peningkatan kampanye terhadap ISIS dan Taliban, kelompok militan Islam yang dominan di Afghanistan, Angkatan Udara AS telah menjatuhkan hampir 2.000 senjata di negara tersebut pada akhir Juli. Jumlah ini berkurang 1.400 dari tahun lalu.

Meskipun ada beberapa keberhasilan di medan perang oleh pasukan operasi khusus Afghanistan dan Amerika, ISIS terus melakukan serangan mematikan di sekitar Afghanistan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa kelompok tersebut berusaha membawa konflik Timur Tengah tersebut ke Asia Tengah.
(ian)
Berita Terkait
Serbu Penjara di Afghanistan,...
Serbu Penjara di Afghanistan, Anggota ISIS Bebaskan Ratusan Tahanan
ISIS Klaim Serangan...
ISIS Klaim Serangan Mortir di Kabul
Bom Kembar Hantam Ibu...
Bom Kembar Hantam Ibu Kota Afghanistan
Taliban Sebut Kelompok...
Taliban Sebut Kelompok Afiliasi ISIS 'Sekte Palsu'
ISIS-K Klaim Serentetan...
ISIS-K Klaim Serentetan Serangan Terhadap Taliban di Jalalabad
Baku Tembak Taliban-ISIS...
Baku Tembak Taliban-ISIS Pecah di Kabul, 5 Tewas
Berita Terkini
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
1 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
1 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
2 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
3 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
4 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved