Sembilan Tewas dan 164 Luka Akibat Gempa di Sichuan
Rabu, 09 Agustus 2017 - 08:33 WIB
Sembilan Tewas dan 164 Luka Akibat Gempa di Sichuan
A
A
A
SHANGHAI - Sedikitnya sembilan orang tewas, termasuk enam wisatawan, dan 164 lainya luka-luka akibat gemap yang menggoyang daerah terpencil dan bergunung di provinsi Sichuan, China barat daya. Demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan pemerintah daerah setempat dan media resmi.
"Gempa tersebut melanda wilayah berpenduduk jarang itu sekitar 200 km barat laut kota Guangyuan pada Selasa malam di kedalaman 10 km," kata badan pemantau gempa Survei Geologi Amerika Serikat (AS). Wilayah itu dekat dengan cagar alam Jiuzhaigou yang merupakan salah satu tujuan wisata.
Menyadur Reuters, Rabu (9/8/2017), pemerintah Sichuan mengatakan 100 turis terjebak oleh tanah longsor setelah gempa tersebut terjadi. Kantor Berita China resmi mengatakan bahwa enam turis termasuk di antara korban tewas.
Tidak ada konfirmasi kebangsaan dari salah satu wisatawan, tapi Jiuzhaigou jauh lebih populer dengan turis China daripada orang asing.
"Sebanyak 31.500 wisatawan telah dievakuasi dari zona gempa tersebut," tulis kantor berita resmi Xinhua.
Dinas pemadam kebakaran Sichuan mengatakan bahwa area lobi sebuah hotel telah ambruk, membuat sejumlah orang terjebak. Namun, 2.800 orang telah dievakuasi dengan aman dari bangunan tersebut.
Badan gempa Sichuan mengukur gempa tersebut pada skala 7,0. Pemerintah mengatakan pusat gempa berada di prefektur Ngawa, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Tibet, dimana kebanyakan dari mereka merupakan penggembala nomaden.
"Gempa tersebut melanda wilayah berpenduduk jarang itu sekitar 200 km barat laut kota Guangyuan pada Selasa malam di kedalaman 10 km," kata badan pemantau gempa Survei Geologi Amerika Serikat (AS). Wilayah itu dekat dengan cagar alam Jiuzhaigou yang merupakan salah satu tujuan wisata.
Menyadur Reuters, Rabu (9/8/2017), pemerintah Sichuan mengatakan 100 turis terjebak oleh tanah longsor setelah gempa tersebut terjadi. Kantor Berita China resmi mengatakan bahwa enam turis termasuk di antara korban tewas.
Tidak ada konfirmasi kebangsaan dari salah satu wisatawan, tapi Jiuzhaigou jauh lebih populer dengan turis China daripada orang asing.
"Sebanyak 31.500 wisatawan telah dievakuasi dari zona gempa tersebut," tulis kantor berita resmi Xinhua.
Dinas pemadam kebakaran Sichuan mengatakan bahwa area lobi sebuah hotel telah ambruk, membuat sejumlah orang terjebak. Namun, 2.800 orang telah dievakuasi dengan aman dari bangunan tersebut.
Badan gempa Sichuan mengukur gempa tersebut pada skala 7,0. Pemerintah mengatakan pusat gempa berada di prefektur Ngawa, yang sebagian besar dihuni oleh etnis Tibet, dimana kebanyakan dari mereka merupakan penggembala nomaden.
(ian)