AS pada Rusia: Campur Tangan Saat Pemilu Timbulkan Ketidakpercayaan
Senin, 07 Agustus 2017 - 18:14 WIB
AS pada Rusia: Campur Tangan Saat Pemilu Timbulkan Ketidakpercayaan
A
A
A
MANILA - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson menyatakan, keputusan Rusia untuk turut campur tangan dalam pemilu AS telah menyebabkan krisis kepercayaan. Hal itu disampaikan Tillerson saat bertemu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di sela-sela forum regional ASEAN di Manila, Filipina.
"Campur tangan Rusia dalam pemilu tentu merupakan kejadian serius. Kami membicarakan hal itu dalam diskusi yang kami miliki dengan Lavrov, kemarin," ucap Tillerson, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/8).
"Kami mencoba membantu mereka memahami betapa serius kejadian ini, dan betapa seriusnya hal itu merusak hubungan antara AS, warga AS, dan rakyat Rusia, bahwa ini telah menciptakan ketidakpercayaan yang serius, dan kita harus menemukan jalan untuk menyelesaikan hal tersebut," sambungnya.
Rusia sendiri sejatinya telah membantah tudingan turut campur dalam pemilu AS pada akhir tahun lalu. Bantahan tersebut bahkan langsung disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden AS Donal Trump di sela-sela pertemuan G-20 di Jerman beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Tillerson di kesempatan yang sama mengatakan, dia juga telah memperingatkan Lavrov bahwa Washington akan memutuskan dalam waktu dekat respon atas keputusan Kremlin untuk memerintahkan AS mengurangi staf diplomatik mereka di Rusia.
"Campur tangan Rusia dalam pemilu tentu merupakan kejadian serius. Kami membicarakan hal itu dalam diskusi yang kami miliki dengan Lavrov, kemarin," ucap Tillerson, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (7/8).
"Kami mencoba membantu mereka memahami betapa serius kejadian ini, dan betapa seriusnya hal itu merusak hubungan antara AS, warga AS, dan rakyat Rusia, bahwa ini telah menciptakan ketidakpercayaan yang serius, dan kita harus menemukan jalan untuk menyelesaikan hal tersebut," sambungnya.
Rusia sendiri sejatinya telah membantah tudingan turut campur dalam pemilu AS pada akhir tahun lalu. Bantahan tersebut bahkan langsung disampaikan Presiden Rusia Vladimir Putin saat bertemu Presiden AS Donal Trump di sela-sela pertemuan G-20 di Jerman beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Tillerson di kesempatan yang sama mengatakan, dia juga telah memperingatkan Lavrov bahwa Washington akan memutuskan dalam waktu dekat respon atas keputusan Kremlin untuk memerintahkan AS mengurangi staf diplomatik mereka di Rusia.
(esn)