Israel Tawarkan Suaka bagi Bloger Iran Buronan Teheran
Minggu, 06 Agustus 2017 - 19:02 WIB
Israel Tawarkan Suaka bagi Bloger Iran Buronan Teheran
A
A
A
TEL AVIV - Pemerintah Israel dilaporkan telah menawarkan suaka kepada seorang bloger Iran yang saat ini berada di Turki, Neda Amin. Penawaran ini datang setelah munculnya kabar pemerintah Turki akan segera mendeportasi Amin ke Iran.
Neda menjadi buronan Teheran setelah diketahui bekerja untuk sebuah media Israel dan kerap melemparkan kritikan kepada pemerintah Iran. Tel Aviv disebut khawatir akan keselamatan Amin, jika ia akhirnya di deportasi ke Iran.
Media Israel, Times of Israel melaporkan, Amin, blogger berbahasa Persia yang sudah meninggalkan Iran pada tahun 2014, telah berada di pengadilan untuk mencegah pemulangannya, dan telah meminta negara-negara lain menerimanya sebagai pengungsi.
Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri seperti dilansir Reuters pada Minggu (6/8), mengatakan bahwa dia akan mengeluarkan Amin, dengan dengan mengeluarkan sebuah visa khusus untuk dirinya.
"Ini adalah jurnalis yang hidupnya dalam bahaya nyata. Mengingat keadaan kemanusiaan yang jelas, saya mengizinkannya masuk tanpa penundaan," kata Deri dalam sebuah pernyataan.
Kasus Amin adalah sebuah hal yang sangat langka. Dimana permusuhan yang sudah mendarah daging pada kedua negara membuat pada umumnya Israel tidak menerima warga Iran, begitu juga sebaliknya.
Neda menjadi buronan Teheran setelah diketahui bekerja untuk sebuah media Israel dan kerap melemparkan kritikan kepada pemerintah Iran. Tel Aviv disebut khawatir akan keselamatan Amin, jika ia akhirnya di deportasi ke Iran.
Media Israel, Times of Israel melaporkan, Amin, blogger berbahasa Persia yang sudah meninggalkan Iran pada tahun 2014, telah berada di pengadilan untuk mencegah pemulangannya, dan telah meminta negara-negara lain menerimanya sebagai pengungsi.
Menteri Dalam Negeri Israel, Aryeh Deri seperti dilansir Reuters pada Minggu (6/8), mengatakan bahwa dia akan mengeluarkan Amin, dengan dengan mengeluarkan sebuah visa khusus untuk dirinya.
"Ini adalah jurnalis yang hidupnya dalam bahaya nyata. Mengingat keadaan kemanusiaan yang jelas, saya mengizinkannya masuk tanpa penundaan," kata Deri dalam sebuah pernyataan.
Kasus Amin adalah sebuah hal yang sangat langka. Dimana permusuhan yang sudah mendarah daging pada kedua negara membuat pada umumnya Israel tidak menerima warga Iran, begitu juga sebaliknya.
(esn)