Duterte: Rudal China Bisa Hantam Manila, Saya Tak Punya Kembang Api
Jum'at, 04 Agustus 2017 - 15:28 WIB
Duterte: Rudal China Bisa Hantam Manila, Saya Tak Punya Kembang Api
A
A
A
MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan, dia lebih memilih bersahabat dengan China meski terjadi perselisihan soal klaim kawasan Laut China Selatan. Dia menyadari, rudal China bisa menghantam Manila, sedangkan dia tidak punya senjata untuk menyerang Beijing.
Duterte becerita tentang sikap latar belakang ketegangan teritorial antara Manila dan Beijing mengenai perselisihan di Laut China Selatan. Filipina menjadi salah satu negara Asia yang bersengketa dengan China terkait klaim wilayah Laut China Selatan yang kaya energi.
Duterte telah berusaha menyingkirkan perselisihan teritorial yang telah berlangsung lama dengan imbalan dana China yang masuk ke negaranya.
”(Presiden) Xi Jinping baik bagi saya, dan kami berusaha, tidak benar-benar menyenangkannya tapi ah-Anda tahu, bahwa Laut China akan selalu ada di sana,” kata Duterte dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat Filipina, yang dilansir IB Times, Jumat (4/8/2017).
”Saya berkata, 'Saya akan mengebor minyak di wilayah kami.' Apa jawaban di bilateral sana? Tidak banyak kata, mereka bilang itu bisa berarti perang. Kami tidak akan berperang dengan mereka,” kata Duterte.
Dia kemudian berkelakar; ”Rudal mereka bisa mencapai Manila, saya tidak punya kembang api yang bisa mencapai sejauh itu.”
Pada tahun 2016, Manila memenangkan sengketa klaim teritorial wilayah Laut China Selatan di sebuah pengadilan internasional di Den Haag. Namun, China tidak mengakuinya dan sengketa wilayah masih terus berlanjut hingga sekarang.
”Saya bilang saya tidak ingin berperang dan biarkan kami berteman, ketahuilah bahwa suatu hari nanti kita harus membicarakannya (sengketa teritorial) karena itu milik kita, itu milik kita. Ya, saya bilang saya mengerti. Kami berdua mengklaimnya sebagai milik kami,” ujar Duterte.
“Tapi suatu hari nanti Anda harus berbicara dengan saya, saya tidak akan melakukannya sekarang karena saya datang ke sini dengan niat baik dan saya ingin berteman dengan Anda,” lanjut Duterte yang becerita dengan konflik wilayah Laut China Selatan dengan China.
Duterte becerita tentang sikap latar belakang ketegangan teritorial antara Manila dan Beijing mengenai perselisihan di Laut China Selatan. Filipina menjadi salah satu negara Asia yang bersengketa dengan China terkait klaim wilayah Laut China Selatan yang kaya energi.
Duterte telah berusaha menyingkirkan perselisihan teritorial yang telah berlangsung lama dengan imbalan dana China yang masuk ke negaranya.
”(Presiden) Xi Jinping baik bagi saya, dan kami berusaha, tidak benar-benar menyenangkannya tapi ah-Anda tahu, bahwa Laut China akan selalu ada di sana,” kata Duterte dalam sebuah pertemuan dengan para pejabat Filipina, yang dilansir IB Times, Jumat (4/8/2017).
”Saya berkata, 'Saya akan mengebor minyak di wilayah kami.' Apa jawaban di bilateral sana? Tidak banyak kata, mereka bilang itu bisa berarti perang. Kami tidak akan berperang dengan mereka,” kata Duterte.
Dia kemudian berkelakar; ”Rudal mereka bisa mencapai Manila, saya tidak punya kembang api yang bisa mencapai sejauh itu.”
Pada tahun 2016, Manila memenangkan sengketa klaim teritorial wilayah Laut China Selatan di sebuah pengadilan internasional di Den Haag. Namun, China tidak mengakuinya dan sengketa wilayah masih terus berlanjut hingga sekarang.
”Saya bilang saya tidak ingin berperang dan biarkan kami berteman, ketahuilah bahwa suatu hari nanti kita harus membicarakannya (sengketa teritorial) karena itu milik kita, itu milik kita. Ya, saya bilang saya mengerti. Kami berdua mengklaimnya sebagai milik kami,” ujar Duterte.
“Tapi suatu hari nanti Anda harus berbicara dengan saya, saya tidak akan melakukannya sekarang karena saya datang ke sini dengan niat baik dan saya ingin berteman dengan Anda,” lanjut Duterte yang becerita dengan konflik wilayah Laut China Selatan dengan China.
(mas)