OKI: Myanmar Harus Lindungi Hak Rohingya

Kamis, 03 Agustus 2017 - 23:29 WIB
OKI: Myanmar Harus Lindungi...
OKI: Myanmar Harus Lindungi Hak Rohingya
A A A
DHAKA - Kepala Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengatakatan Myanmar harus melindungi hak-hak kelompok minorita Muslim Rohingya. OKI juga mendesak pemerintah Myanmar untuk bekerja sama dengan negara-negara mayoritas Muslim untuk mengatasi krisis pengungsi.

Sekitar 75.000 orang telah melarikan diri ke Bangladesh setelah sebuah tindakan militer, dengan tuduhan pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan di luar proses hukum oleh pasukan keamanan. Aksi itu menyusul sebuah serangan terhadap sebuah pos penjaga perbatasan Myanmar pada 9 Oktober lalu.

Pemerintahan baru Aung San Suu Kyi telah menolak sebagian besar tuduhan tersebut dan menolak akses ke panel pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemerintah Myanmar mengatakan bahwa misi PBB akan memperparah situasi di lapangan di negara bagian Rakhine.

"Myanmar harus duduk dengan Bangladesh, Indonesia dan Malaysia untuk menemukan peta jalan untuk solusi krisis," kata Yousef bin Ahmad Al-Othaimeen dari OKI, yang mewakili 57 negara bagian dan bertindak sebagai suara kolektif dunia Muslim.

"Kami meminta pemerintah Myanmar untuk menjamin hak asasi manusia bagi orang-orang Rohingya," sambung Othaimeen disitir dari Reuters, Kamis (3/8/2017).

"Myanmar tidak dapat menyangkal hak asasi manusia Rohingya. Kami juga meminta pemerintah Myanmar untuk menjamin kewarganegaraan bagi orang-orang Rohingya," katanya kepada wartawan saat melakukan kunjungan ke Dhaka.

Dalam pertemuan terpisah dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, dia mengatakan bahwa sebuah solusi harus ditemukan melalui diskusi antara para pemimpin Buddhis dari Myanmar dan para pemimpin Muslim dari Bangladesh.

"Para pemimpin agama dari kedua negara harus hadir dalam diskusi semacam itu untuk membantu menyelesaikan masalah Rohingya," katanya.

Perdana menteri Bangladesh mengulangi permohonannya yang gigih dari pemerintahnya bahwa Myanmar harus mengambil kembali warganya. "Hampir 400.000 pengungsi Rohingya tinggal di Bangladesh," kata Hasina.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Bangladesh mengatakan Othaimeen diharapkan mengunjungi Muslim Rakhine di kamp Kutupalong dan daerah sekitarnya di kota resor selatan Cox's Bazar pada hari Jumat esok.

Myanmar melihat Rohingya sebagai imigran gelap dari Bangladesh, walaupun sekitar 1,1 juta di antaranya tinggal di negara bagian Rakhine dan mengatakan bahwa akar mereka telah berada di sana dari generasi ke generasi.
(ian)
Berita Terkait
Bangladesh Pindahkan...
Bangladesh Pindahkan Ratusan Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
Peringati Eksodus ke...
Peringati Eksodus ke Bangladesh, Pengungsi Rohingya Lakukan Aksi Bungkam
Tentara Myanmar Akui...
Tentara Myanmar Akui Pembunuhan Massal dan Pemerkosaan pada Rohingya
7 Fakta Coxs Bazar Kamp...
7 Fakta Coxs Bazar Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, Hidup Tanpa Status Kewarganegaraan di Negara Orang
1.600 Rohingya Dipindah...
1.600 Rohingya Dipindah ke Pulau Terpencil, Ada yang Mengaku Dipaksa
Puluhan Ribu Pengungsi...
Puluhan Ribu Pengungsi Rohingya di Bangladesh Berdemo Minta Dipulangkan
Berita Terkini
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
40 menit yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
1 jam yang lalu
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
2 jam yang lalu
Trump Setujui Kesepakatan...
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir Arab Saudi yang Memungkinkan Pengayaan Uranium
2 jam yang lalu
Trump Ingin Terus Serang...
Trump Ingin Terus Serang Iran dari Pangkalan Militer Inggris
4 jam yang lalu
Menhan AS Hegseth Ungkap...
Menhan AS Hegseth Ungkap Biaya Perang Melawan Iran Sejauh Ini Sebesar Rp672 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Pangeran William Lindungi...
Pangeran William Lindungi Putri Charlotte Agar Tak Bernasib seperti Harry
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved